DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kelompok Dramatari Arja Sudhamala sukses mencuri perhatian publik dalam debutnya di panggung Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII yang digelar di Kalangan Ayodya, Taman Budaya Bali, Sabtu (20/6/2026).
Walau baru terbentuk sekitar empat bulan, kelompok seni yang mewakili Kabupaten Klungkung ini berhasil menyuguhkan pertunjukan yang solid dan memikat.
Dalam pementasan tersebut, Arja Sudhamala membawakan lakon berjudul “Aji Pemalik Sumpah”.
Cerita ini mengisahkan tentang Kerajaan Sura Raksa yang carut-marut akibat sang raja terkena pengaruh ilmu hitam.
Sifat bijaksana sang pemimpin pun sirna, berganti menjadi kesewenang-wenangan yang membuat rakyatnya hidup mencekam di bawah bayang-bayang keserakahan istana.
Titik balik cerita terjadi saat seorang mekel dari Padukuhan Sekar Mahanten mempersembahkan sebuah pusaka sakti.
Pusaka tersebut berhasil menyadarkan sang raja, sekaligus membawa pesan moral mendalam bahwa kekuasaan absolut tanpa kebijaksanaan hanya memicu kesengsaraan, sementara kebajikan adalah kunci kedamaian jiwa.
Pertunjukan berjalan sangat interaktif dan penuh tawa berkat improvisasi apik dari para pemain.
Tokoh Limbur dan Penasar sukses mengocok perut penonton lewat humor spontan yang disisipi kritik sosial yang relevan.
Selain itu, identitas khas Klungkung juga dipertegas lewat tokoh Mantri Buduh yang tampil mencolok mengenakan busana bermotif lukisan Kamasan yang ikonik.
Pembina tari sekaligus konseptor cerita, I Gede Lepang mengungkapkan, persiapan menuju PKB ini penuh perjuangan.
Seluruh anggota harus melalui latihan intensif mulai dari olah vokal, penguasaan tari, pendalaman karakter, hingga penyelarasan dengan musik pengiring (gong).
Menurutnya, tantangan terbesar adalah memupuk rasa percaya diri para seniman muda yang baru pertama kali mencicipi panggung PKB.
"Rasa kekeluargaan yang erat, mereka akhirnya bisa tampil lepas dan penuh keyakina," ungkap Lepang.
Salah satu talenta muda yang bersinar adalah Ni Putu Indah Tantriani Lestari, 15, yang memerankan tokoh Condong.
Remaja berprestasi yang pernah menjuarai Lomba Mewirama tingkat provinsi ini mengaku sangat bangga bisa tampil di PKB.
Bagi Indah, panggung ini bukan sekadar ajang pertunjukan, melainkan ruang belajar yang berharga untuk memupuk kecintaannya terhadap seni tradisi Bali.
Apresiasi juga datang dari pihak pemerintah daerah melalui Kepala Bidang Kesenian Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, Komang Sukarya.
Ia menilai kehadiran Sekaa Arja Sudhamala menjadi angin segar sekaligus langkah penting di tengah redupnya regenerasi kesenian arja belakangan ini.
Melalui pembinaan intensif dan keterlibatan aktif generasi muda, ia optimistis kesenian arja tidak hanya akan bertahan dari kepunahan, melainkan bisa kembali eksis dan digemari masyarakat luas.
Pementasan malam itu pun berakhir dengan manis. Di balik riuh tawa dan gemuruh tepuk tangan penonton, tersimpan harapan besar akan lahirnya generasi baru pelestari arja.
Dari kelompok seni yang baru seumur jagung ini, asa kebangkitan seni tradisi Klungkung terbukti telah menemukan panggungnya.
Editor : Rosihan Anwar