Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Komedi 'Ulah Aluh' di PKB XLVIII, Cara Duta Denpasar Suarakan Pesan Cegah Bunuh Diri

Ni Kadek Novi Febriani • Rabu, 24 Juni 2026 | 10:56 WIB

 

CARA SENIMAN CEGAH BUNUH DIRI: Sekaa Taman Penasar Gambelan Sundaram dari Desa Ubung Kaja membawa cerita Ulah Aluh Selasa (23/6/2026). (Sumber untuk radarbali.id)
CARA SENIMAN CEGAH BUNUH DIRI: Sekaa Taman Penasar Gambelan Sundaram dari Desa Ubung Kaja membawa cerita Ulah Aluh Selasa (23/6/2026). (Sumber untuk radarbali.id)

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Penampilan Sekaa Taman Penasar Gambelan Sundaram dari Desa Ubung Kaja sukses mengangkat fenomena sosial yang sedang menjadi permasalahan menohok di Bali.

Pertunjukan tersebut digelar di hadapan penonton yang memadati Kalangan Ratna Kanda, Taman Budaya Bali, Senin (23/6/2026).

Mewakili Kota Denpasar dalam ajang Lomba Taman Penasar Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII, sekaa ini membawakan lakon berjudul ‘Ulah Aluh’.

Pementasan tersebut berhasil memadukan humor segar khas taman penasar dengan pesan moral yang mendalam tentang pentingnya menghargai hidup.

​Sesuai dengan tema besar PKB tahun ini, Atma Kertih (Memuliakan Jiwa Paripurna), lakon ‘Ulah Aluh’ menyoroti maraknya fenomena bunuh diri (ulah pati).

Secara etimologis, "ulah" berarti menghalau dan "aluh" berarti mudah. Istilah ini merujuk pada tindakan gegabah yang justru menjauhkan seseorang dari kemudahan dan malah mendatangkan kesengsaraan, baik bagi jiwa si pelaku maupun keluarga yang ditinggalkan.

​Cerita ini berfokus pada tokoh Kiki yang putus asa akibat himpitan hidup dan berniat mengakhiri hidupnya.

Namun, pihak keluarga berhasil menyadarkannya bahwa dalam ajaran Hindu Bali, bunuh diri bukanlah solusi, melainkan tindakan yang mencederai kesucian jiwa (atma).

Lakon ini digarap matang berdasarkan berbagai sastra suci Hindu, seperti Bhagavad-Gita, Sarasamuccaya, hingga Lontar Atma Prasangsa.

Naskahnya disusun oleh Adhi Santika bersama Ni Wayan Karti, serta didukung musik iringan oleh Denny Saputra dan Putu Dian Mahendra.

​Koordinator Gambelan Sundaram, Denny Saputra, mengungkapkan bahwa ide ini lahir dari keprihatinan atas maraknya kasus bunuh diri belakangan ini, salah satunya seperti yang terjadi di Jembatan Tukad Bangkung.

Denny juga menyoroti dampak negatif media sosial yang kerap memicu fenomena tiruan (copycat) di kalangan anak muda akibat paparan konten negatif.

Pementasan ini pun diharapkan bisa menjadi alarm pengingat bagi generasi muda agar tidak mengambil jalan pintas tersebut.

​Meski sempat terkendala penyelarasan jadwal latihan karena anggotanya terdiri dari pelajar, mahasiswa, hingga pekerja, persiapan selama enam bulan ini terbukti mampu membuahkan hasil maksimal.

Tampil totalitas sebagai perwakilan Denpasar, Gambelan Sundaram pun merasa optimistis dapat membawa pulang gelar juara pertama pada ajang tahun ini.***

Editor : M.Ridwan
#ubung kaja denpasar #Sekaa Taman Penasar #Gambelan Sundaram #Taman Budaya Bali