Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Buka Festival Seni Bali Jani VIII 2026, Gubernur Koster: Jangan Bosan, Bali Terkenal karena Budaya

Ni Kadek Novi Febriani • Minggu, 12 Juli 2026 | 10:20 WIB
RUANG SENI MODERN: Gubernur Bali Wayan Koster memukul gong tanda dibukanya Festival Seni Bali Jani, Sabtu (11/7/2026).
RUANG SENI MODERN: Gubernur Bali Wayan Koster memukul gong tanda dibukanya Festival Seni Bali Jani, Sabtu (11/7/2026).

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Estafet geliat berkesenian di Provinsi Bali terus berlanjut. Setelah resmi menutup Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVIII Tahun 2026, Gubernur Bali Wayan Koster pada hari yang sama langsung membuka Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026.

Pembukaan ini ditandai dengan pemukulan Gong Beri di Panggung Terbuka Ardha Candra, Art Center, Denpasar, Sabtu (11/7/2026) malam.

Penutupan PKB tahun ini sekaligus menjadi momen peluncuran tema PKB XLIX Tahun 2027, yakni Wana Kerthi: Byana Sandharana Loka (Hutan Penyangga Kehidupan).

Sementara itu, FSBJ VIII 2026 yang resmi dibuka mengusung tema Kembara Sukma Atma Kerthi yang bermakna Pengembaraan Menuju Jiwa Mahasuci.

Malam penutupan dan pembukaan dua festival seni bergengsi tersebut disaksikan langsung oleh ribuan masyarakat.

Acara ini turut dihadiri oleh Ratu Sri Bhagawan Putra Nata Nawa Wangsa Pamayun, Ketua DPRD Provinsi Bali, Wakapolda Bali, bupati dan wali kota se-Bali, serta jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Bali. 

Kemeriahan acara diisi dengan sajian Tari Baris Bandana Manggala Yudha dan pergelaran drama klasik kolosal "Sumpah Drupadi" garapan Sanggar Teater Mini.

Dalam sambutannya, Gubernur Wayan Koster mengajak seluruh krama dan semeton Bali untuk terus mencintai serta melestarikan seni budaya daerah.

"Jangan pernah bosan untuk berbudaya, karena budaya-lah yang membuat Bali ini terkenal di dunia, menjadi destinasi wisata utama, dan membuat ekonomi Bali tumbuh secara berkelanjutan.

Jadi, budaya Bali merupakan warisan adiluhung leluhur kita yang sangat luar biasa dalam membangun berbagai aspek kehidupan," tegas Koster.

Terkait pelaksanaan FSBJ VIII, festival ini akan berlangsung mulai 11 hingga 25 Juli 2026.

FSBJ hadir sebagai panggung ekspresi, eksplorasi, dan kolaborasi seni lintas batas untuk merespons dinamika perkembangan seni masa kini.

Ajang ini menjadi ruang temu bagi para sastrawan, dramawan, komposer, koreografer, kreator, dan insan kreatif lainnya untuk memamerkan karya terbaik mereka.

Garapan yang disajikan bersifat kreatif, inovatif, dan eksperimental dengan mengadaptasi teknologi terkini, namun tetap berakar kuat pada nilai-nilai luhur tradisi Bali.

Pemerintah Provinsi Bali di bawah kepemimpinan Gubernur Wayan Koster dan Wakil Gubernur I Nyoman Giri Prasta terus memberikan perhatian dan ruang apresiasi yang seimbang bagi kesenian tradisi maupun modern.

Keduanya mendapat perlakuan yang sama sebagai upaya nyata menjaga pengembangan dan keberlanjutan ekosistem seni budaya di Pulau Dewata.

Untuk mewujudkan hal tersebut, FSBJ 2026 menghadirkan delapan materi pokok. Kedelapan program tersebut meliputi Adilango (Pergelaran), Utsawa (Parade), Pawimba (Lomba), Aguron-guron (Lokakarya), Timbang Rasa (Sarasehan), Megarupa (Pameran), Beranda Pustaka (Bursa Buku), dan pemberian penghargaan Bali Jani Nugraha. 

Editor : Rosihan Anwar
Festival Seni Bali Jani 2026 gubernur bali wayan koster Disbud Bali