Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

16 Pemain Saksofon Tampil Megah dalam Orkestra Brass Band ISI Bali di Festival Seni Bali Jani VIII

Ni Kadek Novi Febriani • Kamis, 16 Juli 2026 | 08:33 WIB
BIKIN TAKJUB: Sanggar Griya Musika Sukawati (Crescendo) berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali tampil di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026, Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin, 13 Juli 2026.
BIKIN TAKJUB: Sanggar Griya Musika Sukawati (Crescendo) berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali tampil di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026, Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, Senin, 13 Juli 2026.

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Sanggar Griya Musika Sukawati (Crescendo) berkolaborasi dengan Institut Seni Indonesia (ISI) Bali memberikan warna baru pada Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII Tahun 2026.

Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Bali, pada Senin, 13 Juli 2026, menjadi saksi Pergelaran Musik Orkestra “Unity in Harmony”.

Mereka menyajikan perpaduan puluhan saksofon, terompet besar (sousafon), gitar listrik, dan drum yang mampu menciptakan pertunjukan musik orkestra yang megah.

Karakter suaranya bertenaga dan dinamis, menggabungkan distorsi modern dengan keagungan instrumen tiup.

Suara gitar listrik dan tabuhan drum berpadu harmonis dengan tiupan bertenaga dari puluhan alat musik tersebut.

“Ini penampilan perdana kami di Festival Seni Bali Jani. Kami ingin menampilkan musik orkestra.

Brass band di Bali saat ini memang tengah berkembang di dunia industri musik,” kata Direktur Pertunjukan, Guntur Prasetyo.

Guntur mengatakan, penampilan kali ini membawakan 22 lagu populer Indonesia maupun asing yang diaransemen ulang dengan memasukkan unsur tangga nada Bali.

Sesi pertama disajikan dalam bentuk brass band penuh yang menampilkan lagu-lagu jazz internasional, seperti Filthy McNasty, Take Five, Moanin', Just Squeeze Me, Boogie Stop Shuffle, dan Manteca.

Sesi kedua berupa pentas band dengan vokalis yang membawakan lagu Senja Teduh Pelita, Fall in Love, Status Palsu, Always Remember Us This Way, Every Summertime, Harus Bahagia, Slow It Down, Cintaku, dan Love Never Felt So Good.

Kemudian, sajian sesi ketiga merupakan gabungan vokal dan brass band dengan menampilkan lagu So Much Oil, Badai Telah Berlalu, dan Satu-satunya.

Guntur menegaskan, penampilan brass band ISI Bali yang diberi tajuk "Unity in Harmony" ini mungkin menjadi yang pertama kalinya di Bali dengan formasi sebesar ini.

Sebelumnya, belum ada grup brass band dengan formasi pemain saksofon sebanyak ini di Pulau Dewata.

Grup ini dibentuk khusus oleh ISI Bali untuk ditampilkan pada FSBJ VIII. Penampilan kali ini didukung oleh sekitar 76 orang, dengan jumlah pemain musik mencapai 30 orang.

Alat musik terbanyak yang digunakan adalah saksofon dengan jumlah 16 pemain, mengingat kampus seni tersebut memiliki banyak mahasiswa mayor saksofon.

Instrumen musik tiup Barat ini masuk dalam kategori alat musik tiup kayu (woodwind).

“Harapan kami dari kerja sama antara ISI Bali dan Sanggar Crescendo di FSBJ ini, kami ingin menyajikan musik Barat dan orkestra yang apresiasinya semakin meningkat serta makin berkembang dalam industri musik di Bali," ucap Guntur.

Menurutnya, Festival Seni Bali Jani sangat tepat menjadi wadah bagi para seniman modern, termasuk anak-anak muda yang ingin mengembangkan diri dan menambah pengalaman di industri musik. 

Editor : Rosihan Anwar
Festival Seni Bali Jani 2026 saksofon ISI Bali Disbud Bali