DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Kelompok Bondres Sanggar Seni Tabuh dan Tari (STI) Bali yang selalu melucu tampil dengan format teater di Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII.
Tampil di Kalangan Madya Mandala, Taman Budaya Provinsi Bali (Art Center) Denpasar, Senin (13/7/2026), kelompok bondres ini hadir dengan konsep baru menyatukan komedi khas bondres dengan kemasan teater.
Penampilan bertajuk "CEO yang Menyamar" alur cerita yang ringan, didominasi dialog jenaka dan kritik sosial, membuat suasana pertunjukan terasa hidup.
Pementasan tersebut turut disaksikan Gubernur Bali Wayan Koster bersama Ketua TP PKK sekaligus Ketua Dekranasda Provinsi Bali, Putri Suastini Koster, beserta jajaran Pemerintah Provinsi Bali.
Kehadiran Gubernur Koster menjadi bukti konsistensinya memberikan dukungan kepada para seniman dengan meluangkan waktu menyaksikan langsung berbagai karya seni yang dipentaskan dalam Festival Bali Jani.
Koordinator pementasan, Ida Bagus Ketut Indra Darmawan, menjelaskan garapan "CEO yang Menyamar" terinspirasi dari fenomena yang tengah ramai di media sosial.
Istilah "CEO Menyamar" yang banyak muncul dalam drama-drama Tiongkok menjadi ide dasar yang kemudian diadaptasi ke dalam gaya pementasan bondres khas Bali.
Cerita mengisahkan pelayan yang jatuh cinta dengan majikannya. Pelayan bernama Agung Asep, seorang pemuda sederhana yang bekerja sebagai pelayan di keluarga kaya dan terpandang. Ia perlahan mencuri perhatian putri majikannya, Kucita Dewi.
Konflik semakin memuncak ketika hubungan mereka terbongkar, sementara sang kakek telah menyiapkan perjodohan Kucita Dewi dengan pria kaya raya.
Melalui kemasan teater yang segar, Bondres STI Bali membuktikan seni tradisi mampu beradaptasi dengan fenomena budaya populer tanpa kehilangan identitas lokalnya.
Pertunjukan ini pun menjadi salah satu penampilan yang mendapat sambutan hangat dari masyarakat pada gelaran Festival Bali Jani VIII.
Editor : Rosihan Anwar