Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bali Mega Rupa Hadirkan Seni Modern Kontemporer Lintas 

Ni Kadek Novi Febriani • Jumat, 17 Juli 2026 | 14:17 WIB
Negara di FSBJ 2026 Pameran seni Bali Mega Rupa edisi kedelapan kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026.
Negara di FSBJ 2026 Pameran seni Bali Mega Rupa edisi kedelapan kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026.

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com - Negara di FSBJ 2026 Pameran seni Bali Mega Rupa edisi kedelapan kembali digelar sebagai bagian dari rangkaian Festival Seni Bali Jani (FSBJ) 2026.

Acara ini secara khusus didedikasikan untuk mewadahi perkembangan karya-karya seni rupa modern kontemporer yang inovatif dan teruji. 

Dengan mengusung tema "Sukma Rupa: Artistika Atma Kerthi" yang sejalan dengan tema besar FSBJ yakni "Kembara Sukma Atma Kerthi", platform ini terus mendorong lahirnya gagasan-gagasan kontekstual, eksplorasi lintas medium, serta kolaborasi antarbangsa.

Ida Bagus Martinaya, atau yang akrab disapa Gus Martin selaku kurator FSBJ 2026, menjelaskan bahwa pameran ini memiliki karakteristik yang sangat berbeda dengan Pesta Kesenian Bali (PKB).

Jika PKB kental dengan nilai seni tradisional, Mega Rupa dirancang secara khusus sebagai ruang apresiasi puncak bagi seni modern kontemporer. 

"Mega Rupa ini memang secara khusus dikemas sebagai implementasi seni rupa modern kontemporer, jadi bukan tradisi.

Di situ ada lukisan, seni patung, instalasi, hingga video," ujarnya pada Selasa (14/7). 

Ia juga memaparkan bahwa seluruh karya seni yang ditampilkan tetap berpusat pada tema besar "Atma Kerti", di mana setiap cabang seni memiliki sub-temanya masing-masing agar seniman memiliki ruang eksplorasi yang lebih spesifik.

Proses seleksi karya dalam pameran ini dilakukan oleh tim kurator yang beranggotakan Prof. Wayan "Kun" Adnyana, Jeon Dongsu, dan Warih Wisatsana melalui dua jalur utama.

Jalur pertama adalah penunjukan langsung (undangan) bagi pelukis-pelukis dengan rekam jejak, dedikasi, serta kualitas karya yang sudah terbukti. 

Sementara itu, jalur kedua dilakukan melalui sistem panggilan terbuka (open call) yang memungkinkan seniman dari kalangan masyarakat umum untuk mendaftarkan diri secara mandiri. 

Nantinya, semua karya yang masuk tetap akan diseleksi secara ketat oleh tim kurator untuk menentukan kelayakannya.

Tahun ini, Bali Mega Rupa berhasil menjadi titik temu bagi 83 perupa dari empat negara, yakni Indonesia, Korea Selatan, Prancis, dan Ukraina. Kolaborasi internasional ini membuktikan bahwa dialog estetika mampu menembus batas geografis dan budaya.

Sejumlah seniman yang berpartisipasi di antaranya adalah Ade Nova, Aimery Joessel, Harits Geronimo, I Dewa Putu Ari Kresna Artha Negara, I Gede Ari Widia Utama Pucangan, I Ketut Teja Astawa, dan I Made Bayu Pramana.

Melalui tajuk utamanya, pameran ini tidak sekadar menyuguhkan keindahan visual, melainkan juga menonjolkan ekspresi rupa personal seniman yang bersumber dari intuisi, imajinasi, mimpi, serta cara pandang metafisika terhadap mitologi dan narasi spiritual.

Publik dapat menikmati perpaduan harmonis antara karya para maestro yang sudah mapan dengan karya segar dari seniman muda generasi baru ini mulai tanggal 11 hingga 25 Juli 2026, bertempat di Gedung Kriya Taman Budaya Denpasar dan Nata Citta Art Space (NCAS) ISI Bali.

Editor : Rosihan Anwar
Festival Seni Bali Jani 2026 isi denpasar