Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Sanggar Kerta Art Hadirkan Teater Tari Modern 'Dasa Muka' di Ajang FSBJ VIII

Ni Kadek Novi Febriani • Sabtu, 18 Juli 2026 | 09:31 WIB

Penampilan Sanggar Kerta Art Ubud sajian utama dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII 2026 yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (16/7) petang.
Penampilan Sanggar Kerta Art Ubud sajian utama dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII 2026 yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (16/7) petang.

 

DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Sanggar Kerta Art Ubud menyuguhkan refleksi mendalam mengenai dinamika kehidupan manusia melalui pertunjukan teater tari modern bertajuk Dasa Muka: The Face of Humanity.

Pementasan ini menjadi salah satu sajian utama dalam Festival Seni Bali Jani (FSBJ) VIII 2026 yang berlangsung di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Denpasar, Kamis (16/7) petang.

Dalam pementasan tersebut, puluhan penari tampil enerjik dan dinamis dengan memadukan koreografi tari modern, kontemporer, balet, hingga atraksi wushu.

Atmosfer pertunjukan kian magis berkat perpaduan tata cahaya, efek visual glow in the dark, serta iringan musik bernuansa Bali yang kontemporer.

Perpindahan adegan yang cepat membawa penonton larut dalam perjalanan sukma manusia yang terus bergulat dengan berbagai sisi kehidupannya.

Secara filosofis, pertunjukan ini menggambarkan pengembaraan sukma di antara cinta dan luka, ambisi dan ketakutan, serta harapan dan kehilangan.

Seluruh rangkaian adegan menjadi proses metaforis bagi manusia untuk mengenali, menerima, hingga melampaui ego demi menemukan "cahaya" yang tersembunyi di dalam diri.

Pemilik sekaligus Ketua Harian Sanggar Kerta Art, Ni Komang Ayu Anantha Putri, menjelaskan bahwa tajuk Dasa Muka tidak dimaknai secara harfiah sebagai sosok Rahwana, melainkan sebagai simbol kemajemukan emosi dan karakter manusia modern.

"Tema Dasa Muka kami angkat sebagai representasi banyaknya wajah yang harus dipakai manusia saat ini untuk beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Wajah-wajah tersebut merupakan simbol dari berbagai perasaan dan sisi yang dimiliki setiap individu," ujarnya.

Menurut Komang Ayu, pementasan ini merupakan kritik sekaligus refleksi terhadap masyarakat masa kini yang cenderung lebih sibuk memperhatikan kehidupan orang lain dibandingkan mengenali diri sendiri.

Gagasan ini divisualisasikan melalui adegan unik di mana para penari membawa cermin. Alih-alih digunakan untuk berkaca pada diri sendiri, cermin tersebut justru saling dipertukarkan antarpenari.

"Orang saat ini sibuk dengan pekerjaan dan gemar menilai kehidupan orang lain, namun lupa bercermin pada dirinya sendiri.

Adegan penari yang saling bertukar cermin menjadi simbol nyata bahwa kita sering kali lebih fokus mengamati hidup orang lain daripada mengenali jati diri sendiri," pungkasnya. (feb)

Editor : Rosihan Anwar
Festival Seni Bali Jani 2026