DENPASAR, radarbali.jawapos.com – Rangkaian Festival Seni Kalamuning Sunya – Gumelaring Geni 2026 resmi berakhir dengan diumumkannya para pemenang pada Selasa (28/7/2026) melalui media sosial Teater Sastra Welang.
Festival sastra virtual berskala nasional ini menghadirkan tiga cabang perlombaan, yaitu Lomba Baca Puisi, Lomba Baca Cerpen, dan Lomba Video Art Puisi.
Penyelenggaraan festival ini menjadi bagian dari ikhtiar Teater Sastra Welang dalam memperkenalkan dua karya terbaru penyair sekaligus aktor teater Moch Satrio Welang, yakni buku puisi Kalamuning Sunya dan kumpulan cerpen Gumelaring Geni.
Kedua buku tersebut sebelumnya telah diperkenalkan kepada publik melalui peluncuran virtual yang dilakukan saat perjalanan laut di San Francisco, Amerika Serikat, pada Mei 2026 lalu.
Antusiasme tinggi terlihat dari keikutsertaan peserta yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia, seperti Temanggung, Cianjur, Denpasar, Semarang, Malang, dan Bandung.
Partisipasi lintas daerah ini menunjukkan bahwa ruang apresiasi sastra masih mendapat sambutan positif, khususnya dari kalangan generasi muda.
Pada kategori Lomba Baca Puisi, dewan juri yang beranggotakan Pranita Dewi, Wini Arthini, dan Intan Surya menetapkan Akbar Juliana dari Bandung sebagai Juara I, Adib Faydhurahman dari Malang sebagai Juara II, serta Ni Made Weni Adnyani dari Denpasar sebagai Juara III.
Di kategori Lomba Baca Cerpen, penilaian yang dilakukan oleh Desi Nurani, April Artison, dan Ni Putu Rastiti menghasilkan Liska Rahmawati dari Cianjur sebagai Juara I, Kurnia Setyo Wulansari dari Temanggung sebagai Juara II, dan Adib Faydhurahman dari Malang sebagai Juara III.
Sementara itu, pada Lomba Video Art Puisi, dewan juri yang terdiri atas Wayan Jengki Sunarta, Legu Adi Wiguna, dan Jasmine Okubo menetapkan Kurnia Setyo Wulansari dari Temanggung sebagai Juara I, Reza Ramadhan dari Denpasar sebagai Juara II, serta Individu Merdeka dari Temanggung sebagai Juara III.
Menurut Moch Satrio Welang, festival ini dirancang tidak hanya sebagai wadah kompetisi, tetapi juga sebagai ruang temu bagi para pencinta sastra untuk saling bertukar gagasan dan mengembangkan kreativitas. Ia menilai keberlangsungan sastra sangat bergantung pada hadirnya ruang apresiasi yang mampu mempertemukan karya dengan para pembaca maupun pelaku seni.
"Festival ini kami hadirkan sebagai ruang bagi generasi muda untuk berani membaca, menafsirkan, dan menghidupkan kembali karya sastra dengan bahasa artistik mereka sendiri. Kami percaya sastra akan tetap hidup ketika terus dipertemukan dengan pembaca dan pelaku seni dari berbagai daerah," ujar Moch Satrio Welang.
Ketua Dewan Juri, Wayan Jengki Sunarta, menyampaikan bahwa para peserta memperlihatkan kemampuan yang beragam dalam menerjemahkan karya sastra ke dalam bentuk pertunjukan. Ia melihat adanya potensi yang menjanjikan, terutama dari keberanian peserta mengeksplorasi gagasan dan pendekatan artistik yang berbeda-beda.
"Kami tidak hanya menilai aspek teknis, tetapi juga kedalaman interpretasi, keberanian menawarkan gagasan, serta kemampuan peserta membangun pengalaman estetik. Mudah-mudahan festival ini menjadi pemantik lahirnya lebih banyak kreator sastra dan seni pertunjukan di masa mendatang," kata Wayan Jengki Sunarta.
Festival Seni Kalamuning Sunya – Gumelaring Geni diharapkan mampu memperluas ruang apresiasi sastra, sekaligus mendorong semakin banyak generasi muda untuk membaca, menulis, dan mengolah karya sastra menjadi berbagai bentuk ekspresi seni yang kreatif.
Sejak didirikan pada tahun 2010, Teater Sastra Welang secara konsisten mengembangkan kegiatan di bidang teater, penerbitan karya sastra, serta penyelenggaraan program seni dan budaya di Bali. Berbagai agenda telah diwujudkan, di antaranya Sawma Award, Lomuisi Teater Welang, Sawma Movie Awards, dan Sayembara Sastra Sawtaka Nayyotama. Pada tahun 2027 mendatang, komunitas ini juga akan kembali menghadirkan Siwa Nataraja Literary Awards 2027, sebuah penghargaan yang ditujukan untuk mengapresiasi karya-karya sastra Indonesia yang dinilai memberikan kontribusi penting bagi perkembangan kesusastraan nasional.***
Editor : M.RidwanSumber : radarbali.jawapos.com