Dari Panggung NIFF di Ubud : Semakin Semarak karena Antusiasme Ratusan Seniman Lintas Negara

Marsellus Pampur • Dipublikasikan Minggu, 27 September 2026 | 11:17 WIB
Pertunjukan Nusantara International Folklore Festival (Marsellus Pampur)
Pertunjukan di acara Nusantara International Folklore Festival (Marsellus Pampur)

Kesuksesan ajang Nusantara International Folklore Festival (NIFF) di Museum Arma Ubud pada 2025 lalu kini berlanjut. Event budaya lintas negara tersebut kembali dihelat selama dua hari, mulai Sabtu (26/9/2026) hingga Minggu (27/9/2026), bertempat di Museum Puri Lukisan, Ubud, Gianyar.

DARI  penuturan Festival Director sekaligus Co-Founder NIFF, Sita Tyasutami, mengungkapkan bahwa gelaran tahun ini menyedot perhatian lebih luas dengan keterlibatan seniman yang lebih banyak.

DAPAT APRESIASI LUAS: Sita Tyasutami, Festival Director dan co Founder dari Nusantara International Folklore Festival (NIFF). (Marsellus Pampur)
DAPAT APRESIASI LUAS: Sita Tyasutami, Festival Director dan co Founder dari Nusantara International Folklore Festival (NIFF). (Marsellus Pampur)

Termasuk partisipasi puluhan seniman manca mancanegara yang datang dari empat negara, yakni Polandia, Selandia Baru, Jepang, dan Thailand.

”Para peserta dari negara luar melakukan submission. Dari sana, tim kurator melakukan seleksi ketat untuk memilih penampil terbaik dari luar negeri,” ungkap Sita saat ditemui di Ubud, Gianyar, Sabtu (26/9/2026) sore pukul 16.00 Wita.

Ia menjelaskan, NIFF tahun ini tetap mengusung spirit dan visi yang konsisten dengan penyelenggaraan sebelumnya, yaitu fokus pada pelestarian seni tradisi serta membuka ruang pertukaran budaya antarbangsa.

”Intinya itu yang kami kejar, melestarikan folklor,” tegasnya.

Gaung ajang NIFF tahun ini dinilai jauh lebih semarak. Tak kurang dari 250 seniman tampil memukau menyajikan ragam kebudayaan. Meski menyerap ratusan pelaku seni, pihak panitia tetap menerapkan standar mutu pertunjukan melalui kurasi ketat.

”Secara kualitas tentu kami jaga melalui tim kuratorial. Meskipun kami membuka pendaftaran untuk siapa saja, kami punya standar. Kami memeriksa secara detail video, foto, biografi, history company, hingga rekam jejak komunitas peserta. Semuanya kami bahas satu per satu dalam curatorial meeting,” tambahnya.

Melalui perhelatan Nusantara International Folklore Festival ini, pihaknya berharap makin banyak komunitas seni yang tergerak dan konsisten melestarikan warisan budaya daerah masing-masing di panggung dunia. [*]

Editor : Hari Puspita
Sumber : Radar Bali
Ubud Gianyar Folklore festival kesenian