TABANAN, radarbali.jawapos.com – Semara Gangga Beach Retreat menggelar soft opening bertema “Sunset Cocktail” di kawasan Yeh Gangga, Tabanan, Jumat (28/8/2026).
Destinasi baru ini mengusung konsep keheningan yang dipadukan dengan filosofi Tri Hita Karana serta mengedepankan keharmonisan dengan alam.
Owner Semara Gangga Beach Retreat, I Ketut Rusnaya, mengatakan pemilihan kawasan Yeh Gangga tidak terlepas dari kedekatannya dengan lokasi tersebut.
Di masa kecilnya, kawasan itu menjadi tempatnya menikmati waktu dengan bermain jukung dan bersantai.
“Tempat ini punya kenangan bahagia bagi saya. Karena itu, kebahagiaan tersebut ingin saya tularkan kepada wisatawan yang datang ke sini,” ujarnya.
Menurut Rusnaya, nama Semara Gangga juga memiliki filosofi. Semara dimaknai sebagai harmoni dan keindahan, sedangkan Gangga menggambarkan sesuatu yang terus mengalir.
Filosofi tersebut diharapkan menjadi pengalaman yang dibawa setiap pengunjung setelah menikmati suasana di Semara Gangga.
“Tempat ini relatif tenang dan hening. Kami berharap setiap orang yang datang membawa cerita dan pengalaman,” katanya.
Konsep menyatu dengan alam terlihat dari penataan bangunan vila yang mempertahankan keberadaan pepohonan di kawasan tersebut.
Arsitek bangunan, Made Sutawijaya, merancang sejumlah bangunan dengan bentuk asimetris, termasuk kolam renang, untuk menyesuaikan kondisi lahan sekaligus menyelamatkan pohon-pohon yang sudah ada.
Sebanyak tujuh vila menggunakan nama pohon, yakni Vila Ketapang, Vila Waru, Vila Buyuk, Vila Pule, Vila Baobap, Vila Camplung dan Vila Bunut.
Penamaan tersebut menjadi bagian dari konsep Semara Gangga yang mengangkat unsur alam dan lingkungan sekitar.
Selain vila, Semara Gangga juga memiliki resto dengan karakter arsitektur yang khas. Bentuk bangunan restoran terinspirasi dari lobster yang menjadi salah satu hasil laut sekaligus sumber mata pencaharian nelayan lokal di Yeh Gangga.
“Hal-hal yang ada di Yeh Gangga kami angkat menjadi filosofi yang menyatu dengan alam,” ujar Made.
Material kayu juga menjadi bagian dari karakter bangunan. Kayu jati tua yang didatangkan dari Jawa dibersihkan dan digunakan kembali sehingga serat alami kayunya tetap terlihat.
Fasilitas Semara Gangga turut dilengkapi ruang spa yang berada di bagian bawah bangunan, sementara bagian atas digunakan sebagai ruang penginapan.
Di area belakang juga disiapkan tempat untuk yoga dan meditasi.
Konsep tersebut diperkuat dengan suasana pesisir Yeh Gangga yang relatif tenang. Saat sore menjelang, pengunjung dapat menikmati panorama matahari terbenam dari kawasan retreat sembari menikmati sajian dan minuman dalam agenda Sunset Cocktail.
Melalui konsep tersebut, Semara Gangga Beach Retreat hadir dengan menawarkan pengalaman menginap dan bersantai yang mengutamakan ketenangan, alam, serta kearifan lokal Yeh Gangga. *
Editor : Rosihan Anwar