Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

SADIS! Begini Pengakuan Mengharukan Eka saat Disiram Air Panas Majikan

Donny Tabelak • Rabu, 15 Mei 2019 | 22:15 WIB
sadis-begini-pengakuan-mengharukan-eka-saat-disiram-air-panas-majikan
sadis-begini-pengakuan-mengharukan-eka-saat-disiram-air-panas-majikan

DENPASAR - Eka Febriyanti, 21, asisten rumah tangga yang disiram air panas mendidih yang diduga dilakukan sang majikan, kini telah mendapatkan perawatan medis.


Kasus ini juga telah dilaporkan ke Polda Bali, Rabu (15/5) siang. Yang dilaporkan tidak hanya sang majikan bernama Desak Made Wiratningasih, tapi juga adik tiri korban bernama Santi dan satpam rumah sang majikan bernama Eri. 


Kepada wartawan, korban yang berasal dari Kecamatan Kalisat, Jember, Jawa Timur itu menceritakan awal mula kejadian sadis yang dialaminya itu sambil berurai air mata dan menahan rasa sakit luar biasa.


Menurut Eri, kejadian biadab itu berlangsung di rumah majikannya yang tidak jauh dari Stadion Kapten Dipta, Gianyar.


Korban sendiri tidak mengetahui secara persis nama jalannya. Awalnya, sebelum tanggal 7 Mei, sang majikan yang bernama Desak Made Wiratningsih kehilangan gunting kawat besi warna hitam seharga Rp 88 ribu.


Selasa pagi tanggal 7 Mei, korban kemudian disuruh Desak Wiratningsih mencari gunting tersebut. Setelah lama mencari, ternyata gunting itu belum ditemukan juga.


"Karena tidak ditemukan, saya dibilang harus bertanggung jawab. Karena tidak mempunyai uang, akhirnya saya diberi sanksi dengan cara disiram air panas," kata korban sambil berurai air mata.


Sekitar jam 12 siang, di hari yang sama, majikan korban kembali menyuruh adik tiri korban bernama Santi untuk memasak air hingga mendidih sebanyak 2 panci.


Setelah air mendidih, korban kemudian kembali disiram dengan cara yang keji. Dia disiram dengan menggunakan gelas berukuran cukup besar.


Dengan gelas itu, tubuh korban kemudian disiram sedikit demi sedikit mulai dari ujung kepala, punggung, paha hingga kaki korban. 


Orang pertama yang melakukan penyiraman itu adalah majikan korban, kemudian adik tirinya bernama Santi dan yang terakhir adalah Eri, sang satpam.


 

Editor : Donny Tabelak
#polda bali