Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bidan di Jembrana Masukkan Timun ke Alat Vital, Ini Kata Psikiater…

Donny Tabelak • Jumat, 14 Juni 2019 | 22:16 WIB
bidan-di-jembrana-masukkan-timun-ke-alat-vital-ini-kata-psikiater
bidan-di-jembrana-masukkan-timun-ke-alat-vital-ini-kata-psikiater

DENPASAR - Hebohnya kadus mentimun di Jembrana membuat penasaran banyak pihak. Apalagi yang dilakukan bidan NW tak lazim, memasukkan buah mentimun ke dalam alat vitalnya.


Lantas, apa pendapat psikiater? Menurut dr Ayu Sri Wahyuni Sp.KJ, apa yang dilakukan sang bidan lazimnya disebut masturbasi, hal yang normal.


Bukan gangguan kejiwaan. Masturbasi biasanya dilakukan untuk memenuhi hasrat dan kepuasan seksual secara mandiri, tanpa pasangan.


“Biasanya lebih banyak dilakukan oleh perempuan dengan benda-benda yang mirip penis,” ujar dr. Ayu Sri Wahyuni mengawali wawancara.


Dijelaskan, karena masturbasi dilakukan untuk memuaskan urusan seksual, ritual ini menjadi urusan privat, tak ada orang yang tahu.


Hal itu dilakukan dengan bentuk-bentuk benda menyerupai penis yang tidak melukai seperti terung, timun, dan benda-benda konvensional lainnya.


Ada juga yang lebih modern, yakni toys sex. Bahkan, beberapa phone sex menyarankan memasukkan telur, seusai melakukan masturbasi. 


Menurutnya, jika seseorang disuruh melakukan aktivitas seksual untuk diri sendiri dan orang lain melihat, bahkan diijinkan merekam, dengan janji tidak disebarluaskan di media sosial, secara logika tidak masuk akal.


Seharusnya hal itu tidak dilakukan. Pasalnya, jika terjadi sengketa atau kepentingan, pasti bakal diupload.


“Peristiwa yang sama sangat sering terjadi terutama di kalangan anak-anak ABG,” ujarnya. Dia juga mengatakan, masturbasi juga sering dilakukan kaum laki-laki.


Sebab kaum perempuan pada dasarnya bisa mengalihkan dorongan libido (muncul mingguan atau bulanan) dengan cara berbeda-beda. “Misalnya, dengan melakukan aktivitas yang positif,” tuturnya.


 

Editor : Donny Tabelak