Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

[Heboh] Saldo Nasabah BRI di Tabanan Mendadak Raib Hingga Ratusan Juta

Didik Dwi Pratono • Sabtu, 11 April 2020 | 02:28 WIB
heboh-saldo-nasabah-bri-di-tabanan-mendadak-raib-hingga-ratusan-juta
heboh-saldo-nasabah-bri-di-tabanan-mendadak-raib-hingga-ratusan-juta

TABANAN-Sejumlah nasabah BRI di Tabanan, Jumat (10/4) dibuat gempar.


 


Heboh sejumlah nasabah BRI di Tabanan ini menyusul dengan raibnya sejumlah saldo di rekening mereka.


 


Seperti dialami Budi Ratsongko, 59, warga Perumnas Sanggulan yang juga nasabah bank plat merah ini mengaku kehilangan saldo di rekening BRI miliknya hingga ratusan juta


 


Dikonfirmasi Jawa Pos Radar Bali, Budi mengaku, jika terungkapnya pembobolan dana di rekening BRI miliknya itu berawal usai dirinya menerima pesan melalui WhatsApp (WA) grup perumahan.


 


Adapun isi pesan WA grup, kata Budi, yakni berisi imbauan agar anggota grup tidak melakukan transaksi di mesin ATM BRI yang terletak di Sekolah Mapindo Sanggulan.


 


Khawatir dengan informasi dan imbauan di WA grup, Kamis (9/4) lalu, Budi kemudian datang ke kantor BRI Kas Teras Perumahan Sanggulan untuk menanyakan terkait informasi di WA grup sekaligus hendak menabung.


 


Namun, saat mau nabung ke kantor Bank BRI Kas Teras, kantor tutup karena adanya wabah covid-19 (Corona).


 


Selanjutnya, oleh Satpam BRI Kas Teras, Budi disarankan melakukan transaksi ke kantor BRI Cabang Kediri yang berlokasi di Jalan By Pass Ir Soekarno, Kediri, Tabanan.


 


“Kemudian saya iseng tanya ke satpam soal kebenaran info terkait ATM di Mapindo Sanggulan itu. Kata satpam benar, tapi sudah ditangani. Karena saya sering melakukan transkasi di ATM Mapindo itu saya langsung khawatir,” kata Budi khawatir.


 


Mendapat penjelasan dari Satpam, iapun bergegas menuju kantor BRI cabang Kediri untuk menyetor uang ke rekening pribadinya senilai Rp12 juta.


 


Menurut Budi, sebelum melakukan transaksi baru (penyetoran uang), saldo di rekening miliknya diakui sebesar Rp 184 juta dan sempat melakukan satu kali transaksi penarikan sebesar Rp 1 juta pada tanggal 4 April 2020.


“Bahkan saldo Rp184 juta itu masih saya lihat hingga sekitar tanggal 18 Maret. Setelah di print out buku rekeningnya, saya kaget bukan main, saldo saya tinggal tersisa Rp 66 juta. Bahkan di bukti print out ada transaksi sebelum saya menabung itu,” terang Budi.


 


Mendapati saldo rekeningnya berkurang dan ada transaksi lain yang tidak ia kenal, Budi  langsung datang menuju meja custumer service (CS) BRI cabang Kediri menanyakan hal ini.


 


Oleh CS tersebut rekening koran yang diprint out ditemukan sejumlah transaksi tidak wajar.


 


“Beberap kali itu transfer ke rekening atas nama orang lain yang saya tidak kenal mulai dari nominal Rp10 juta hingga belasan juta. Ada juga penarikan, pokonya total hingga ratusan juta, karena sisa saldo saya tinggal Rp66 juta,” ucap pria yang berprofesi sebagai guru di SMA 1 Kuta Utara ini.


 


Saldo ratusan juta miliknya terkuras hanya dalam jangka waktu dua hari saja antara tanggal 8 April sampai 9 April lalu.


 


Setelah ditanyakan kepada CS BRI, kasus ini telah dilaporkan ke pusat dan diminta menunggu selama satu bulan.


 


Hanya saja kata Budi, pihak BRI tidak secara tegas mengatakan bahwa akan mengganti kerugian nasabah.


 


“Tetapi saya tanya kepada dua orang teman saya yang pernah mengalami hal yang sama katanya diganti uangnya sama BRI. Karena ini bukan murni kesalahan nasabah,” sambungnya.


 


Dia berharap masalah yang membelitnya itu cepat selesai.


 


Sementara di tempat terpisah, Ni Wayan Sulastri nasabah BRI lainnya juga senasib dengan Budi . Pekerja swasta yang tinggal di BTN Puskopad Sanggulan, Tabanan ini juga mengaku saldo di rekening BRI-nya raib.


 


Saldo yang semula diakui berada di rekening miliknya sebesar Rp 5,4 juta lebih itu tinggal tersisa di ATM sebesar Rp 9 ribu


 


 “Saya baru tau Kamis (9/4) lalu. Waktu saya mau narik di ATM BRI Mapindo itu,” jelas Sri sapaan Ni Wayan Sulastri


 


Atas kejadian itu, Sri sempat ke kantor BRI Kas Belayu namun kemudian disarankan untuk mengurus ke kantor BRI Cabang Kediri.


 


Sesampai kantor cabang, dari hasil print out rekening Koran  ditemukan sejumlah transaksi penarika sebesar Rp2,5 juta dua kali dan Rp400 ribu.


 


Pihak BRI sudah menerima laporan dan saat ini masih akan dicek,” ujar Sri.

Editor : Didik Dwi Pratono
#uang raib #bank plat merah #nasabah bri #kasus skimming