Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Heboh Tulang Belulang Ibu-Ibu di Tegalan Gegerkan Warga Gianyar

Didik Dwi Pratono • Minggu, 27 Desember 2020 | 06:15 WIB
heboh-tulang-belulang-ibu-ibu-di-tegalan-gegerkan-warga-gianyar
heboh-tulang-belulang-ibu-ibu-di-tegalan-gegerkan-warga-gianyar

GIANYAR- Temuan tulang belulang kembali hebohkan warga Gianyar, Bali.


 


Kali ini, tulang belulang lengkap dengan tengkorak ditemukan tercecer di tegalan Banjar Selasih, Desa Puhu, Kecamatan Payangan, pada Sabtu (26/12).


 


Tulang yang diduga dari manusia itu langsung dievakuasi oleh petugas.


Kapolsek Payangan, AKP Made Tama membenarkan temuan tulang tersebut. Awalnya tulang ditemukan seorang saksi mata. Kemudian dilaporkan kepada petugas kepolisian. "Sudah tulang belulang," tegasnya.


 


Mendengar temuan tulang belulang, petugas terjun ke lokasi tegalan bambu. Posisi tulang ditemukan di tanah dengan kemiringan kurang lebih 30 derajat. Tulang kemudian dirangkai oleh petugas selanjutnya dibungkus. "Dibawa ke RS Sanglah," jelas Tama.


 


Mengenai identitas korban, pihak kepolisian masih melakukan penelusuran. Termasuk menelusuri keluarga yang kehilangan anggota kekuarga. "Belum kami tahu. Masih cek dulu," terangnya.


 


Sementara itu, menurut informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, tulang belulang diduga dari jasad ibu-ibu dari Desa Puhu. Hal itu diungkapkan oleh warga Banjar Selasih, Made Sunarta.


 


Dihubungi Sabtu sore, Sunarta mengaku temuan tulang belulang diduga warga setempat. "Ya benar. Dia ibu-ibu, namanya Ni Kenyer," jelasnya.


 


Dia membeberkan jika ibu tersebut hilang sekitar lima bulan lalu. "Tidak punya riwayat sakit. Tidak gangguan jiwa juga. Tiba-tiba hilang dan lama tidak ketemu," ujarnya.


 


Dia sendiri tidak menyangka nenek yang hilang itu ditemukan jadi tulang belulang. Padahal, dari sisi usia, tidak terlalu uzur. "Usianya kurang lebih kisaran 50-60-an tahun," ungkapnya.


 


Mengenai nasib tulang belulang, dia tidak menerima informasi lebih lanjut dari pihak keluarga. Apakah diupacarai oleh keluarga atau tidak.


 


"Kelanjutan kami belum dengar informasi. Karena posisi saya di Denpasar," pungkasnya.

Editor : Didik Dwi Pratono
#polsek payangan #polres gianyar