Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Tega! Diduga Sengaja Dibuang, Mayat Bayi Ditemukan Jukir di Depan Pura

Didik Dwi Pratono • Rabu, 30 Desember 2020 | 03:15 WIB
tega-diduga-sengaja-dibuang-mayat-bayi-ditemukan-jukir-di-depan-pura
tega-diduga-sengaja-dibuang-mayat-bayi-ditemukan-jukir-di-depan-pura

SINGARAJA – Sesosok mayat bayi berjenis kelamin laki-laki ditemukan di tepi Pantai Camplung, Kelurahan Banyuasri.


Mayat bayi itu ditemukan tepat di depan Pura Segara Banyuasri, Selasa siang (29/12) sekitar pukul 12.00 WITA.


Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, mayat bayi itu pertama kali ditemukan oleh Ketut Putrayasa, 52, juru parkir (jukir) yang biasa bertugas di sana.


Awalnya Putrayasa melihat tas plastik berwarna oranye mengambang tak jauh dari Pura Segara.


Ia pun bergegas turun ke laut berusaha mengambil sampah itu.


Sebab tak enak dipandang mata. Saat diambil, ia pun penasaran melihat isinya. Setelah dicek, ternyata tas plastik itu berisi mayat bayi berjenis kelamin laki-laki. Lengkap dengan tali pusar dan ari-arinya.


Temuan itu segera dilaporkan ke sejumlah pihak. Tim Inafis dari Polres Buleleng serta tim Unit Reskrim Polsek Kota Singaraja, langsung melakukan penyelidikan.


Hasil penyelidikan awal, bayi itu memiliki berat 3 kilogram dengan panjang sekitar 50 centimeter.


Bayi diperkirakan sudah meninggal sekitar 8 jam sebelum ditemukan.


Salah seorang saksi mata, Putu Sangging, 47, menyebut saat ditemukan mayat bayi dibungkus dengan celana berwarna hitam.


Selain itu ada pula selembar celana berwarna krem dengan panjang selutut. Diduga celana itu milik ibu bayi yang tega membuang putranya di tepi pantai.


“Darahnya masih segar. Di ari-ari itu masih menempel darahnya. Kalau bayinya memang ada luka, mungkin terbentur karang. Di kain celana hitam itu juga ada darah. Kalau di celana krem ada kotran warna hijau, mungkin kotoran dari bayinya itu,” kata Sangging.


Ia pun mengaku tak tahu pasti apakah semalam ada aktivitas mencurigakan di sekitar Pantai Camplung. Sangging menyebut warung yang ada di Pantai Camplung rata-rata baru mengakhiri kegiatan pada tengah malam.


“Apakah memang ada yang buang mayat bayi ini di pantai ini. Atau bisa jadi buang di tempat lain, kemudian terseret arus lalu terdampar di pantai sini,” jelasnya.

Editor : Didik Dwi Pratono
#mayat bayi #bayi dibuang