BANJAR- Hanya berselang tiga jam, pelaku pembunuhan sadis terhadap Kadek Sutarjana, warga Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, berhasil ditangkap.
Dia adalah Ida Kade Suarsana alias Ida Lempog, 39.
Pria asal Desa Joanyar, Kecamatan Seririt, Buleleng, ini dibekuk jajaran Unit Reserse Kriminal Polsek Banjar saat bersembunyi di rumah kosong milik kakaknya di Desa Bubunan, Kecamatan Seririt.
Kapolsek Banjar Kompol Made Agus Dwi Wirawan saat dikonfirmasi terkait tertangkapnya pelaku pembunuhan terhadap korban Sutarjana, Senin malam (8/2) membenarkan.
Dijelaskan, saat ditangkap pelaku masih dalam kondisi mabuk atau dalam pengaruh minuman beralkohol.
“Pelaku sudah kami tangkap di daerah Bubunan sekitar jam 19.00 WITA tadi. Pelaku sembunyi di rumah kakaknya, yang masih dibangun. Kakaknya tidak tahu kalau adiknya ini ada masalah dan sembunyi disana. Apalagi rumahnya itu belum jadi dan belum ada pintunya,” kata Agus Dwi.
Lebih lanjut, mantan Kapolsek Busungbiu itu menyebut polisi sudah berusaha menggali keterangan dari tersangka. Hanya saja pembicaraan tersangka masih nyaplir. “Sepertinya dia masih mabuk. Belum bisa ngasih keterangan,” imbuhnya.
Seperti diketahui, kasus pembunuhan dengan korban Kadek Sutarjana ini terjadi sekitar pukul 16.30 WITA
Berawal dari kedatangan pelaku ke rumah korban sekitar pukul 14.00 WITA.
Saat itu, pelaku diantar saksi Gede Kelly dengan menggunakan sepeda motor. Namun Saksi Gede Kelly tidak sampai masuk ke rumah korban. Melainkan saksi hanya mengantar pelaku hingga depan pintu gerbang rumah korban.
Usai mengantar pelaku, Saksi Gede Kelly langsung meninggalkan pelaku dengan korban.
Sedangkan pelaku setiba di rumah korban langsung menenggak minuman beralkohol di bale sekepat yang ada di samping rumah korban bersama Sutarjana.
Sempat menenggak minuman berakohol jenis tuak. Mereka lantas kembali mengkonsumsi minuman beralkohol jenis arak Bali.
Bahkan pelaku sempat menyodorkan uang kertas pecahan Rp 100 ribu kepada Saksi Widani untuk memasang nomor buntut.
Saat kembali dari memasang nomor buntut, ternyata pelaku dan korban sudah terlibat adu mulut dan pelaku menganiaya korban.
Istri korban kemudian meminta bantuan pada tetangga, untuk melerai pelaku dengan korban.
Sempat dilaporkan ke Polsek Banjar, namun saat politisi tiba di TKP, korban sudah tewas bersimbah darah dengan luka di kepala.
Editor : Didik Dwi Pratono