BANJAR-Ditengah pendalaman motif pembunuhan dengan tersangka Ida Kade Suarsana alias Ida Lempog, 39, tiba-tiba polisi menemukan kejanggalan.
Kejanggalan dan kecurigaan polisi dalam insiden berdarah saat pesta miras (minuman keras) di Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Senin sore (8/2), itu yakni terkait hubungan antara tersangka Ida Lempog dengan korban Kadek Sutarjana, 48
Seperti diungkap Kapolsek Banjar Kompol Made Agus Dwi Wirawan, di Mapolsek Banjar, Selasa (9/2)
Dijelaskan, dari keterangan saksi di TKP, polisi menemukan adanya hal yang tak wajar dalam kasus ini.
Ketidakwajaran itu yakni soal kehadiran tersangka Lempog yang jauh-jauh ke rumah korban untuk mengonsumsi minuman keras jenis tuak dan arak.
Padahal antara tersangka Lempog dengan korban, keduanya dikatakan saksi tidak saling kenal dan baru pertama kali datang ke rumah korban.
“Ini yang sedang kami kembangkan. Kami masih mencari tahu seperti apa rangkaian sebelum atau sesudah kejadian. Supaya jelas motifnya seperti apa. Jangan sampai nanti ada tersangka tambahan juga,” imbuhnya.
Sementara itu, imbuh Kompol Agus, dari keterangan istri korban (Saksi Ketut Widani), sebelum peristiwa berdarah terjadi, saksi Widani sempat melihat antara tersangka dan korban sempat saling tarik menarik lembaran uang. “Baru setelah berebut itu, tidak lama kemudian mereka terlibat cek cok,”imbuhnya.
Hanya saja, meski keterangan saksi Widani bahwa antara korban dan tersangka sempat tarik-tarikan uang, hingga saat ini, pihaknya belum berani memastikan.
“Ada dugaan sementara soal uang. Karena keterangan dari istri korban, mereka itu sempat tarik-tarikan uang. Uangnya untuk apa, ini yang sedang kami gali. Karena tersangka kemarin malam belum bisa kami mintai keterangan,” tegas Kompol Agus.
Editor : Didik Dwi Pratono