SINGARAJA- Motif pembunuhan yang terjadi di Banjar Dinas Munduk, Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Buleleng, Bali, saat pesta minuman keras, Senin malam (8/2) lalu akhirnya terungkap.
Setelah sempat ‘gagal’ meminta keterangan tersangka karena masih dalam kondisi pengaruh minuman berakohol. Penyidik akhirnya berhasil menguak motif dibalik insiden berdarah yang menewaskan korban Kadek Sutarjana, 48.
Seperti disampaikan Kapolsek Banjar Kompol Made Agus Dwi Wirawan, saat memberikan keterangan pers di Mapolres Buleleng, pada Rabu (10/2).
Dijelaskan, dari hasil pemeriksaan, sebelum kasus pembunuhan terjadi, antara tersangka Ida Kade Suardana alias Ida Lempog, 39, (asal Joanyar, Seririt, Buleleng) sempat terlibat adu mulut dengan korban Kadek Sutarjana, 48.
Kata Kompol Agus Dwi, antara tersangka dengan korban baru saling mengenal.
Meski keduanya baru saling mengenal, namun keduanya sudah mengonsumsi minuman beralkohol bersama.
Diduga kuat ada ketersinggungan antara keduanya, sehingga berujung pada aksi pembunuhan.
“Mereka ada selisih paham. Karena baru mengenal, ada kata-kata yang dianggap kurang pantas, sehingga menyebabkan ketersinggungan. Apalagi saat konsumsi minuman beralkohol, kesadaran berkurang. Sehingga sedikit perkataan, jadi bahan masalah. Tidak ada motif lain, selain salah paham,” kata Agus Dwi.
Setelah keduanya terlibat salah paham, tersangka dan korban sempat terlibat aksi saling dorong. Pertengkaran makin sengit, hingga korban mengambil alu atau antan/batang kayu yang digunakan untukmenumbuk padi.
Dari pengakuan tersangka kepada polisi, korban justru yang memulai memukul tersangka dengan alu. Namun tersangka berhasil menghindar dan merebut alu dari korban.
“Selanjutnya tersangka memukul korban. Setelah itu ia pergi dari TKP,”jelas mantan kapolsek Busungbiu ini.
Editor : Didik Dwi Pratono