SINGARAJA–Aksi pencurian celana dalam wanita marak terjadi di wilayah Buleleng, Bali.
Bahkan aksi maling celana dalam wanita yang diakui sangat meresahkan warga ini sempat terekam CCTV salah satu rumah korban.
Bety Agustini, 30, warga Banjar Dinas Celuk Buluh, Desa Kalibukbuk, ini mengaku menjadi korban pencurian.
Rumahnya di bilangan Gang Perkutut, sempat dimasuki seorang pria pada Selasa malam (25/5). Pria tersebut membawa kabur empat potong celana dalam.
Bety menuturkan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.50 WITA.
Saat itu ia tengah berada di dapur bersama dengan iparnya. Tiba-tiba ia mendengar tetangganya yang bernama Komang Arsana, 48, berteriak ada maling. Spontan ia bergegas keluar rumah.
“Pas keluar rumah, tetangga saya itu sudah berusaha menangkap maling itu. Dia kabur naik sepeda motor Scoopy ke arah barat,” ungkap Betty.
Ia pun mengecek rekaman CCTV, agar tahu barang apa yang dicuri. Kebetulan saja di rumah tersebut terpasang CCTV yang mengarah ke arah teras dan jalan utama. Dari rekaman CCTV terlihat jelas bahwa maling itu ternyata mencuri empat potong celana dalam.
“Memang pas kejadian pagar rumah terbuka setengah. Setelah itu dia masuk, langsung mencuri celana dalam yang sedang dijemur. Semua yang dicuri itu punya saya,” ungkapnya.
Sayangnya dari rekaman CCTV, tak terlihat jelas wajah pria yang mencuri celana dalam itu. Karena saat beraksi, pria itu mengenakan helm dan masker.
Bety menyebut ia hanya mengantongi nomor plat motor pelaku, karena terekam dalam kamera. Ia pun memilih tak melaporkan peristiwa itu ke polisi.
“Belum ada rencana lapor. Tapi ada sih rasa khawatir kalau itu nanti digunakan hal yang tidak baik,” ungkapnya.
Sementara itu, Kelian Banjar Dinas Celuk Buluh, Putu Suardika mengatakan belakangan ini kerap terjadi pencurian di wilayahnya.
Dalam sebulan terakhir, setidaknya ada tiga laporan pencurian yang disampaikan pada dirinya. Mulai dari genset, mesin tempel perahu, dan kali ini celana dalam.
Namun dari semua korban, kata Suardika lebih memilih enggan melapor pada polisi.
“Korbannya tidak ada yang melapor, memilih ikhlas saja. Kami akan menggalakan lagi ronda di masing-masing gang, karena sejak pandemi ini banyak pencuri yang berkeliaran,” tukasnya.
Editor : Didik Dwi Pratono