TABANAN– Akhir tragis dialami Sainem. Wanita asal Desa Kradenan, Kecamatan Purwoharjo, Banyuwangi, Jawa Timur, ini Senin pagi (31/5) tewas mengenaskan.
Perempuan berusia 65 tahun ini meninggal dengan kondisi mengenaskan akibat terlindas truk
Kasubag Humas Polres Tabanan Iptu Nyoman Subagia saat dikonfirmasi, Selasa (1/6) menjelaskan, hingga nahas menimpa Korban Sainem, berawal saat Sukari, 65 (suami korban) mengendarai sepeda motor merek Honda Scopy bernomor polisi P 4583 XK berboncengan dengan korban (Sainem).
Melaju dari arah barat (Gilimanuk) menuju arah Denpasar.
Setiba di Jalan Baypass Ir. Soekarno, Tabanan kilometer 19.900 atau tepatnya di sebelah barat simpang Empat Telkom Tabanan, Banjar Tegal Bedelodan, Desa Dauh Peken, Kecamatan Tabanan, korban melaju beriringan dengan sebuah truk Isuzu tronton bernopol DK 8907 FN yang dikemudikan I Komang Ade Arsita, 24.
Singkat cerita, usai beriringan dari arah barat, Sukari yang ketika itu membonceng korban dan berada persis di belakang truk berusaha mendahului dari arah kiri.
Nahas, saat hendak mendahului truk dari sebelah kiri, stang kanan sepeda motor Sukari membentur bak truk.
Akibat membentur bak truk, membuat sepeda motor Sukari oleng dan mengakibatkan sepeda motor yang dikendarai pasutri asal Banyuwangi ini terjatuh.
Sukari terjatuh ke kiri jalan, sedangkan Sainem istrinya terjatuh ke kanan.
Lantaran Sainem terjatuh ke kanan, seketika tubuh wanita ini terlindas ban depan truk tronton yang sedang berjalan.
Akibat terlindas ban truk, korban tewas di lokasi kejadian. Korban mengalami luka robek pada telapak kaki kiri, luka terkelupas pada mata kaki kiri dan mengalami patah paha kanan dan luka terbuka punggung.
Sementara suami korban selamat dari kecelakaan tersebut.
“Korban Sainem diduga masuk kedalam ban truk saat terjatuh. Sehingga terlindas oleh ban depan truk hingga meninggal dunia,” kata Iptu Nyoman Subagia, dikonfirmasi Selasa (1/6)
Sementara dari olah TKP dan keterangan saksi, kecelakaan dengan satu korban meninggal itu disebabkan karena pengendara sepeda motor tidak hati-hati dan nekat menyalip kendaraan dari arah kiri, tanpa melihat kondisi jalan.
“Korban ini tidak berhati-hati tanpa pertimbangan matang saat menyalip. Apalgi kondisi jarak sempit,” tukasnya.
Editor : Didik Dwi Pratono