Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Diduga Kapal Alami Bocor Sejak Awal Berangkat, Tapi Tetap Dipaksakan

Didik Dwi Pratono • Kamis, 1 Juli 2021 | 01:45 WIB
diduga-kapal-alami-bocor-sejak-awal-berangkat-tapi-tetap-dipaksakan
diduga-kapal-alami-bocor-sejak-awal-berangkat-tapi-tetap-dipaksakan

NEGARA-Musibah karamnya KMP Yunicee di Perairan Selat Bali, saat melakukan penyeberang dari Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi menuju Pelabuhan Gilimanuk, Bali memunculkan kasak-kusuk.


 


Di tengah proses evakuasi dan investigasi, muncul kabar jika sebelum tenggelam, kapal ferry yang mengangkut 40 unit kendaraan roda empat dan roda dua, serta 41 penumpang dan 15 orang anak buah kapal (ABK) ini mengalami kebocoran sejak awal berangkat.


 


Namun meski mengalami kebocoran, kapal tetap dipaksakan berangkat dan akhirnya tenggelam di perairan Selat Bali atau diperkirakan pada kordinat 8° 10'26,56''S - 114°25'4218''T sekitar 100 meter dari Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, Bali. 


 


“Kapal rongsok dipaksa jalan. Sudah bocor dari awal berangkat tetap dipaksa jalan. Korban berjatuhan, siapa mau tanggungjawab? Tetangga saya istrinya meninggal. Suami dan tiga anaknya masih dalam proses pencarian,”ujar Rizal.


 


Sementara itu, menanggapi adanya kasak-kusuk dan rumor soal penyebab musibah yang dialami KMP Yunicee, Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) I Komang Teguh Ardana, S.T., M.A.P menyatakan, ada dua faktor kemungkinan.


 


Menurutnya, dua faktor kemungkinan, ini selain disebabkan karena human error atau force major, kecelakaan juga bisa terjadi akibat situasi eksternal seperti keadaan cuaca dan arus yang tidak bersahabat. 


 


Sedangkan dari informasi awal, karamnya KMP Yunicee yang ketika itu membawa 15 orang ABK, 41 orang penumpang dan 40 unit kendaraan terjadi setelah kapal dihantam ombak akibat angina kencang yang terjadi di Perairan Selat Bali.


 


Akibat kondisi cuaca buruk, kapal Ferry sempat terbawa arus hingga ke Selatan Pelabuhan Gilimanuk yang mengakibatkan kapal mengalami kemiringan, terbalik dan tenggelam.


 


Dari data sementara yang dirilis tim SAR gabungan, akibat musibah tenggelamnya KMP Yunicee, hingga pukul 08.00 WITA, tercatat ada 46 orang ditemukan.


 


Rinciannya, 39 korban ditemukan dalam kondisi selamat, 7 (tujuh) korban meninggal dunia, dan 11 lainnya masih belum ditemukan atau dalam proses pencarian.


 

Editor : Didik Dwi Pratono
#korban kmp yunicee #kmp yunicee tenggelam #kapal tenggelam #puluhan kendaraan tenggelam #cuaca buruk