SINGARAJA– Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Buleleng masih tinggi. Sayangnya, di tengah upaya menekan angka kasus, gelaran judi tajen ternyata masih saja terjadi pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
Terbukti, tim gabungan membubarkan kerumunan judi tajen yang terjadi di Desa Kayuputih, Kecamatan Sukasada.
Judi tajen itu ditemukan saat tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, Dinas Perhubungan, dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng melakukan patroli di wilayah Kecamatan Sukasada.
Saat patroli, tim menemukan beberapa orang yang membawa tas berisi ayam jago.
Curiga dengan hal tersebut, tim gabungan kemudian mencari informasi. Ternyata memang benar ada judi tajen. Pada pukul 12.30 siang kemarin (28/7) tim langsung menggeruduk lokasi tersebut. Para penjudi pun kocar-kacir membubarkan diri.
“Memang banyak kerumunan di sana. Saat kami ke sana, sudah pada lari. Mungkin mereka dapat info, saat tim gabungan datang. Saat kami sampai sana, ada sekitar 20 orang saja di sana,” kata Kasat Polisi Pamong Praja Buleleng Putu Artawan.
Menurut Artawan saat di lokasi pihaknya menemukan cukup banyak orang yang tak mengenakan masker. Ada pula yang mengenakan masker, namun hanya dibagian dagu saja.
“Namanya orang sedang tajen, biasanya pakai maskernya sembarangan. Memang di tempat itu tidak menerapkan protokol kesehatan. Orang pakai masker sembarangan, tidak ada tempat cuci tangan, apalagi pengukur suhu tubuh,” jelas Artawan.
Tim kemudian menggelandang penyelenggara judi tajen yang bernama Ketut Budi Arjana alias Kawi ke Kantor Camat Sukasada.
Di sana ia diberi pembinaan dan teguran. Penyelenggara juga diberikan sanksi administratif berupa denda sebanyak Rp 1 juta yang harus dibayarkan dalam waktu 7 hari.
“Karena dia yang penyelenggara, sehingga menimbulkan kerumunan. Makanya kami berikan sanksi administratif. Untuk masalah pidananya, sudah kami serahkan pada Polsek Sukasada,” jelasnya lagi.
Sementara itu Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Buleleng Letkol Inf Windra Lisrianto menyayangkan hal tersebut.
Menurutnya selama ini satgas telah melakukan sosialisasi penerapan protokol kesehatan secara masif. Bahkan aparat TNI dan Polri juga kini terlibat dalam tracing serta testing.
“Kami sangat menyesalkan sekali. Karena masih ada saja yang tidak patuh protokol kesehatan. Padahal kita semua sedang berupaya mengatasi covid-19 ini. Kami harap masyarakat juga bisa patuh. Jangan sampai menyelenggarakan kegiatan yang justru menimbulkan kerumunan,” kata Windra
Editor : Didik Dwi Pratono