GIANYAR-Warga Banjar Sema, Desa Pering, Kecamatan Blahbatuh, Gianyar, dibuat geger. Heboh warga, itu menyusul hilangnya Made Sadra, 65, warga setempat yang diduga hanyut saat mandi di Pantai Pering pada Senin (9/8).
Kasat Polair Polres Gianyar, Iptu I Wayan Antariksawan saat dikonfirmasi terkait hilangnya salah satu warga Banjar Sema membenarkan.
Dijelaskan, kejadian orang hilang itu dilaporkan oleh anak kandung korban, I Ketut Swastika.
"Saksi (anak korban, red) melihat korban (pagi hari, red) pergi ke sawah dengan membawa sabit dengan mempergunakan pakaian baju kaos lengan pendek warna abu, celana training warna hitam lis putih, dengan topi warna orange," terang Iptu Antariksawan.
Saat pergi ke sawah, imbuh Antariksawan, dari laporan anak korban, korban membawa motor Yamaha Cripton warna hitam DK 3080 KN.
"Kegiatan ini sudah rutin dilakukan oleh bapaknya (Korban Made Sadra)," terang Iptu Antariksawan.
Lebih lanjut, kata Antariksawan, kecurigaan keluarga muncul ketika matahari mulai condok ke tengah.
Kata Saksi Swastika, sebelum pulang ke rumah, korban memiliki kebiasaan berendam di pantai,”ujar Antariksawan
“Biasanya siang hari, sepulang di sawah, korban selalu berendam ke pantai. Namun sampai pukul 12.30 WITA ayahnya belum juga pulang,”terang Antariksawan.
Merasa khawatir terjadi sesuatu pada korban, saksi bersama dengan keluarganya, Nyoman Mewer, Komang Arta dan Komang Sudarma kemudian mencari korban ke Pantai Pering.
Mereka menyusuri dari Pantai Keramas sampai Pantai Saba. Setiba di pantai Pering, saksi menemukan pakaian korban ada dipinggir pantai, dibawah pohon kelapa.
Setelah memastikan bahwa benar itu pakaian bapaknya, saksi bersama keluarganya menyebar mencari korban di sekitar Pantai Pering, Saba dan Pantai Keramas.
Bahkan, hingga sore hari sekitar Pukul 15.00, ketiga saksi kemudian berpencar melakukan pencarian.
Saksi awalnya sempat menemukan tubuh seseorang yang diduga korban berada di atas gelombang besar di Pantai Tuas Keramas.
Lokasinya berjarak sekitar 10 meter.
"Saat itu saksi Komang Sudarma mencoba untuk menolong, namun karena gelombang besar, sekitar 1,5 meter saksi Komang Sudarma tidak berani masuk ke air," ungkapnya.
Akhirnya, Komang Sudarma segera berteriak memanggil saudaranya sambil mengawasi korban. Namun, gelombang yang besar membuat tubuh yang dilihat tadi hilang ditelan air.
Untuk sementara barang-barang dan sepeda motor dititipkan kepada anaknya. "Dugaan sementara, diduga korban hanyut terseret arus saat mandi dan sampai saat ini belum ditemukan," ujarnya.
Lanjut dia, ciri-ciri korban, memiliki tinggi sekitar 173 cm, berat 75 kilogram dengan warna kulit sawo matang. Korban diketahui berambut lurus, muka lonjong.
"Saat hilang masih mengenakan celana dalam," terang Iptu Antariksawan.
Terkait kejadian itu, pihak kepolisian mengambil sejumlah upaya. Yakni mencari dan mencatat keterangan para saksi.
Kemudian berkoordinasi dengan rekan Balawista Gianyar. Selanjutnya bersama dengan personil Polsek dan Balawista menelusuri pantai.
Sementara itu, Kapolsek Blahbatuh, AKP Yoga Widyatmoko menambahkan, pencarian dilakukan dengan menyisir Pantai Seseh dengan Pantai Keramas.
"Saat ini masih dilakukan penyisiran dan pencarian," pungkasnya.
Editor : Didik Dwi Pratono