Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Pangdam Udayana Turun ke Buleleng, Sebut Bentrok Sidatapa karena Ini

Didik Dwi Pratono • Sabtu, 28 Agustus 2021 | 02:15 WIB
pangdam-udayana-turun-ke-buleleng-sebut-bentrok-sidatapa-karena-ini
pangdam-udayana-turun-ke-buleleng-sebut-bentrok-sidatapa-karena-ini

SINGARAJA-Kericuhan antara personel TNI dari Kodim 1609/Buleleng dengan warga sipil di Desa Sidatapa, Kecamatan Banjar, Buleleng, pada Senin pagi (23/8) lalu terus menjadi atensi.


Bahkan setelah pihak Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes AD) memberi atensi dan menyayangkan dengan terjadinya insiden ini, terbaru giliran Panglima Komando Daerah Militer (Pangdam) IX/Udayana Mayjen TNI Maruli Simanjuntak turun tangan.


Tak main-main, atas kasus ini, Pangdam Mayjen TNI Maruli Simanjuntak langsung datang ke Buleleng.


Saat kunjungannya ke Buleleng, Pangdam didampingi para pejabat utama di lingkungan Kodam IX Udayana.


Sejumlah pejabat utama itu, diantaranya Aslog Kasdam IX/Udayana Kolonel Cpl Simon Petrus Kamlasi; Aster Kasdam IX/Udayana Kolonel Inf Made Maha Parta, dan Komandan Detasemen Markas Kodam IX/Udayana Letkol Inf Made Yosef Angkasa.


Kepada wartawan, perwira tinggi TNI AD dengan bintang dua di pundak, ini menegaskan, insiden di Sidatapa sebenarnya bermuara pada salah paham saja.


“Ini salah paham saja, dan kami akan melakukan evaluasi terhadap hal ini,”tegas Mayjen Maruli Simanjuntak, Jumat (27/8).


Lebih lanjut, dengan adanya evaluasi di internal TNI, mantan Komandan Pasukan Pengaman Presiden (Paspampres) ini juga meminta hal serupa (evaluasi) juga dilakukan di masyarakat. “Jadi masyarakat juga kami harapkan melakukan hal serupa (evaluasi),”tegasnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, TNI dan warga Desa Sidatapa sempat terlibat bentrok


Versi TNI, keributan bermula saat tim Satgas Covid-19 Buleleng melakukan swab massal. Singkat cerita, saat pelaksanaan swab massal secara acak, sempat terjadi selisih paham antara warga dengan personel TNI.


Belakangan kondisi memanas setelah salah seorang pemuda warga setempat memukul Dandim 1609/Buleleng Letkol Inf Windra Lisrianto.


Aksi pemukulan itu kemudian memicu reaksi para prajurit Kodim 1609/Buleleng.


Tak terima komandannya dipukul, para personel TNI ini kemudian mengejar warga sipil yang diduga melakukan pemukulan terhadap Dandim Buleleng.


Sementara versi warga, aksi ricuh yang berujung bentrok antara aparat dengan warga berawal dari swab massal di pelataran Pura Desa Sidatapa.


Warga beranggapan dan menilai, pelaksanaan swab massal secara acak itu terkesan dipaksakan.


Hal ini terungkap ketika dua orang pemuda setempat hendak pulang dari kebun.


Saat pulang, dua pemuda ini diberhentikan petugas dan mengaku dipaksa mengikuti swab.


Namun karena takut, kedua pemuda itu memilih kabur.


Nah saat hendak berusaha kabur, terjadilah aksi saling Tarik antara aparat dan warga, hingga sempat terjadi insiden.


Kemudian muncul paman dari kedua pemuda itu berusaha melerai. Peristiwa itu memicu emosi prajurit TNI, hingga terjadi aksi pemukulan.

Editor : Didik Dwi Pratono
#jenderal andika perkasa #pangdam ix udayana