DENPASAR-Aksi teledor sekaligus fatal diduga dilakukan petugas penginput data Satuan tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Denpasar.
Aksi teledor ini menyusul dengan salah input data pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang menjalani isolasi terpusat (isoter) berinisial I Ketut JG.
Pasien berjenis kelamin laki-laki yang sebelumnya sempat menjalani isoter di Hotel PrimeBiz Kuta, Badung dan telah dinyatakan sembuh ini malah dimasukkan dalam data pasien meninggal.
Bahkan, dari informasi yang berhasil dihimpun radarbali.id, Senin (6/9), usai dinyatakan sembuh, karyawan salah satu perusahaan garmen di Kota Denpasar ini langsung pulang ke kampung halamannya di Singaraja, Buleleng.
Celakanya lagi, data salah input itu sudah masuk ke pusat pengolahan data di aplikasi New All Records (NAR) Kementerian Kesehatan RI.
Pada aplikasi New All Records (NAR) Kemenkes RI, Ketut JG dinyatakan sebagai meninggal dunia pada Sabtu (4/9/2021).
Terkait salah data, Kasat Reskrim Polresta Denpasar Kompol Mikael Hutabarat saat dikonfirmasi pada Senin (5/9/2021) membenarkan.
Menurutnya, atas aksi teledor dan fatal, pihak Polresta Denpasar langsung memanggil sejumlah pihak untuk dimintai keterangan.
"Kami akan memanggil pihak terkait untuk dimintai keterangan," tegas Kompol Mikael Hutabaran
Sejumlah pihak yang dipanggil kepolisian, itu diantaranya kepala Dinas Kesehatan Kota Denpasar beserta operatornya, koordinator Satgas Covid-19 beserta petugas operatornya, serta pihak dari rumah sakit.
Lebih lanjut, polisi tak hanya meminta keterangan sejumlah pihak, namun atas kesalahan, imbuh Mikael, pihak Polresta Denpasar juga langsung mendatangi tempat kerja Ketut JG untuk mengkonfirmasi dan mengklarifikasi informasi itu.
Hasil klarifikasi kepolisian di tempat kerja Ketut JG, polisi memperoleh informasi jika yang bersangkutan masih beristirahat di kampung halamannya dan akan kembali bekerja pada Selasa (7/9/2021) besok setelah dinyatakan sembuh dari Covid-19.
"Anggota sudah mengecek langsung ke mess dan tempat kerjanya. Ternyata yang bersangkutan terkonfirmasi masih hidup," tegas Mikael.
Terakhir, dengan adanya salah data, pihaknya juga mengimbau peran aktif masyarakat untuk melapor bila terjadi kasus serupa yang lain.
Selain itu, dengan masih berlangsungnya pandemi Covid-19, dan untuk upaya menangkal dan menekan sebaran virus corona, pihaknya juga menghimbau agar masyarakat selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan.
"Kami mengimbau masyarakat untuk selalu displin menerapkan prokes. Menjalankan 3M dengan mencuci tangan dengan sabun, memakai masker dengan benar, dan selalu menjaga jarak/mengurangi mobilitas jika tidak ada urusan urgent," tandasnya.
Editor : Didik Dwi Pratono