Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Selain Diperiksa Polisi, Kadiskes Juga Langsung Dipanggil Wali Kota

Didik Dwi Pratono • Sabtu, 11 September 2021 | 15:15 WIB
selain-diperiksa-polisi-kadiskes-juga-langsung-dipanggil-wali-kota
selain-diperiksa-polisi-kadiskes-juga-langsung-dipanggil-wali-kota

USAI ramai dan viral di media, kasus salah input data Covid-19 pasien sembuh ditulis pasien meninggal langsung menuai respon orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar.


 


Bahkan atas kasus teledor ini, Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara langsung memberikan atensi atau perhatian khusus. Seperti apa?


 


 


NI KADEK NOVI FEBRIANI, Denpasar


 


GEGARA keteledoran petugas penginput data pasien Covid-19, sejumlah pejabat di lingkungan Pemkot Denpasar bukan hanya dibuat malu, tetapi mereka juga dibikin sibuk.


 


Pasalnya selain Kadiskes Denpasar dr Luh Putu Sri Armini harus dipanggil penyidik polisi, akibat salah input data oknum petugas juga membuat Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara juga dibuat pecah konsentrasi.


 


Seperti dibenarkan Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Kota Denpasar I Dewa Gede Rai. Saat dikonfirmasi, ia menyatakan jika atas kasus ini langsung mendapat atensi khusus dari wali kota.


 


"Pak Walikota telah berkonsentrasi dan memberikan atensi khusus pada kasus ini,”tegas Dewa Rai, Jumat (10/9).


 


Bahkan lanjut Dewa Rai, usai terungkapnya kasus salah input, wali Kota juga langsung merespon dengan memanggil dinas terkait (Diskes Kota Denpasar).


 


“Selain dimintai keterangan di kepolisian, Pak wali (Wali Kota Denpasar IGN Jaya Negara) juga telah memanggil kadiskes untuk dimintai klarifikasi,”terang Dewa Rai


 


Saat pemanggilan lanjutnya, wali kota meminta agar petugas penginput data lebih berhati-hati dan konsentrasi saat bekerja berkaitan dengan data yang akan dikirim ke ke pusat.


 


 "Sebelum dipublikasi sebenarnya sudah diingatkan di internal. Jadi tidak sendirian. Sebenarnya sudah ada yang melakukan koreksi, dari faskes juga dicek.


 


Bukan saya membela, karena ketika menginput data saat kasus sedang naik-naiknya, hampir 600 data baik itu data pasien positif, sembuh maupun meninggal semua diinput. Ini harus benar-benar dicek," ungkap Dewa Rai.

Editor : Didik Dwi Pratono
#rsud wangaya #polresta denpasar #kemenkes #satgas covid-19 denpasar