AMLAPURA- Krama atau warga Banjar Dinas Dharma Winangun, Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem, Bali Jumat malam (17/9) dibuat gempar.
Geger warga ini menyusul dengan tewasnya remaja putri berinisial Ni Kadek AM, 15.
Gadis belia itu ditemukan tewas gantung diri di dahan pohon akasia di wilayah Desa Tianyar.
Kapolsek Kubu AKP I Nengah Sona saat dikonfirmasi, Sabtu (18/9) membenarkan.
Menurutnya, hingga kasus ulah pati yang dilakukan remaja putri asal Banjar Dinas Cut-cut, Desa Ban, Kecamatan Kubu itu dipicu masalah sepele.
Berawal dari korban dimarahi orang tuanya lantaran terus menerus bermain handphone dan sering kali lupa waktu. Korban ngambek dan melakukan aksi nekat.
“Jadi korban kesehariannya selalu bermain HP dengan tidak mengenal waktu, sehingga pihak keluarga memarahinya,” ungkap AKP Sona.
Nah, karena dimarahi itulah, korban Jumat siang sekitar pukul 14.00 WITA kemudian kabur dari rumah dengan menggunakan sepeda gayung.
Singkat cerita, setelah pergi dari siang, korban tak kunjung pulang ke rumah.
Kemudian, karena khawatir terjadi sesuatu pada korban, keluarga korban kemudian mencari korban di sekitar Desa Tianyar.
Namun saat proses pencarian, keluarga korban tak menemukan korban. Hingga akhirnya, keluarga mendengar dari salah seorang warga jika korban Ni Kadek AM ditemukan meninggal gantung diri di pohon akasia di lahan milik I Gede Riana di Banjar Dinas Dharma Winangun.
Atas informasi itu, polisi bersama tim medis dari Puskesmas Kubu II, langsung menuju lokasi untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Petugas medis juga melakukan pemeriksaan luar terhadap jenazah Ni Kadek AM.
“Hasil pemeriksaan yang dilakukan tim medis, tidak ditemukan adanya tanda-tanda bekas aksi kekerasan pada tubuh korban. Kuat dugaan korban meninggal murni akibat gantung diri,” jelasnya.