AMLAPURA – Kasus pelecehan seksual melalui teknologi informasi yang dilakukan enam laki-laki yang memaksa siswi SMP di Karangasem menelanjangi diri kemudian difoto dan diviralkan ternyata diketahui guru sekolah.
Jadi, setelah memaksa siswi SMP melepas pakaian bawahan kemudian difoto, para pelaku memeras korban Rp500 ribu. Bila tak memberi uang yang diminta, pelaku mengancam akan menyebarkan foto tersebut.
Dan benar saja, foto itu akhirnya disebar para pelaku melalui WhatsApp. Foto korban setengah telanjang ini akhirnya diketahui oleh salah satu guru di SMP tempatnya siswi itu bersekolah.
Salah seorang guru korban yang mengetahui adanya foto tersebut langsung menghubungi korban dan berbicara dengan ayah angkat korban.
Atas saran guru korban, ayah angkat korban langsung menemui keluarga keenam pria tersebut satu per satu.
Keenam pria didampingi keluarga masing-masing akhirnya mendatangi rumah korban untuk meminta maaf kepada pihak korban.
Walau demikian, ayah angkat korban tetap tidak terima atas pelecehan yang dialami anak angkatnya itu. Sang ayah angkat itu lalu melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Karangasem.
Sementara itu, Kanit IV Perlindungan Perempuan dan Anak Polres Karangasem, Iptu Wiragraha Setiawan membenarkan adanya laporan tersebut.
“Laporan tersebut masih dilakukan penyelidikan,” kata Wiragraha, Rabu (3/11).
Diketahui, kejadian itu berawal saat korban dijemput dua orang temannya yang sama-sama cewek. Mereka menghabiskan waktu luang di sebuah bangunan kosong eks Hotel Panorama di Desa Padangbai, Manggis, awal Oktober 2021 lalu.
Sesampainya di lokasi, kedua teman korban pergi untuk membeli minum. Kemudian datang enam orang laki-laki yang dikenal korban.
Para laki-laki itu memaksa korban melepas seluruh pakaian bawahan korban. Setelah telanjang tanpa bawahan, korban difoto.
Nah, ketika selesai difoto ini lah, para lelaki itu juga memeras korban. Korban diminta memberikan uang sebesar Rp 500 ribu.
Bila permintaan kelompok lelaki ini tidak mengambulkan permintaan itu, maka foto korban setengah telanjang itu akan disebarluaskan.
Setelah teman korban tiba di eks bangunan hotel itu, korban telah berpakaian lengkap namun dalam kondisi menangis.
Dan benar saja, foto itu akhirnya disebarkan hingga viral.
Editor : Yoyo Raharyo