KEPERGIAN INS, 59, dengan cara tak wajar, pada Kamis (11/11) bukan hanya bikin geger warga Banjar Pergung, Kecamatan Mendoyo, Jembrana, Bali.
Melainkan, meninggalnya pria yang semasa hidup bekerja sebagai petani ini juga menyisakan duka mendalam bagi keluarga yang ditinggalkan.
Setelah terungkap dugaan korban nekat gantung diri karena depresia akibat penyakit menahun yang dideritanya.
Kini ada cerita dari pihak keluarga sehari sebelum korban ditemukan tewas. Seperti apa?
M.BASIR, Negara
KAPOLSEK Mendoyo Kompol I Made Karsa menyatakan, dari hasil pemeriksaan dan keterangan saksi-saksi, diduga kuat, motif hingga korban bunuh diri, karena diduga mengalami depresi berat akibat penyakit yang dideritanya.
Sesuai keterangan istri korban yang disampaikan kepada kepolisian, korban semasa hidup dikatakan menderita sakit typus dan asam lambung selama 18 tahun.
Dugaan kuat bahwa korban mengakhiri hidup karena depresi berat akibat penyakit belasan tahun yang dideritanya, itu juga dikuatkan dari pernyataan yang disampaikan keluarga korban.
Dari keterangan keluarga korban, sehari sebelum ditemukan gantung diri di pohon cokelat belakang rumahnya, korban sempat disarankan dibawa ke rumah sakit karena sempat mengeluh sakit kepala.
“Korban dari keterangan keluarga sempat mengeluh pusing. Namun korban menolak dibawa ke rumah sakit,”kata Kompol Karsa.
Sementara itu, saat korban ditemukan istrinya gantung diri di belakang rumah, istri korban sempat menyatakan jika kondisi korban masih dalam kondisi lemas.
Berharap masih bisa ditolong, istri korban kemudian sempat meminta bantuan warga sekitar untuk mengecek keadaan korban.
Namun saat dilakukan pengecekan terhadap kondisi korban, korban sdinyatakan sudah dalam keadaan meninggal dunia.
Editor : Didik Dwi Pratono