Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Kalau Mobil Rental Hilang, Anggota BRN di Semua Provinsi Turun Tangan

Yoyo Raharyo • Minggu, 21 November 2021 | 22:15 WIB
kalau-mobil-rental-hilang-anggota-brn-di-semua-provinsi-turun-tangan
kalau-mobil-rental-hilang-anggota-brn-di-semua-provinsi-turun-tangan


Masalah utama yang dihadapi oleh para pemilik rental mobil adalah kehilangan mobilnya akibat mendapatkan konsumen yang berotak mafia. Namun semua itu kini ada solusinya, seperti apa?



 


I WAYAN WIDYANTARA, Denpasar



BUKANLAH suatu hal yang baru ketika kita mendengar cerita para pengusaha mobil rental kehilangan unit mobilnya. Setidaknya, delapan dari sepuluh pengusaha mobil sewa ini pernah mengalami hal ini.



 


Meski tak seluruhnya hilang, biasanya mereka menemukan mobil-mobil yang mereka sewakan ke konsumen tiba-tiba digadaikan. Hal ini tentu membuat pusing kepala para pengusaha mobil sewa ini.


 


Adanya sejumlah modus penggelapan mobil sewaan itu, membuat para pengusaha mobil rental ini merapatkan barisan. Mereka membuat wadah untuk memerangi mafia mobil agar tidak menjadi korban dari kejahatan sejumlah konsumen yang nakal.


 


Mereka bersatu dalam sebuah wadah yang dibentuk pada tahun 2017 silam bernama Buser Rentcar Nasional (BRN). Kini sudah 4 tahun umurnya dan 1.500 pengusaha mobil rental dari Aceh sampai Papua pun tergabung.


 


"Kalau kita rata-ratakan masing-masing pengusaha mobil sewa memiliki sepuluh unit mobil, maka kita ada lima belas ribu mobil di seluruh Indonesia dan semua terdaftar," ujar Sulaiman Zuhri ST, selaku Ketua Umum BRN saat ditemui di acara HUT ke 4 tahun di Denpasar, Bali pada (21/11/2021).


 


Kehadiran komunitas ini cukup unik. Mereka terintergrasi dengan baik di seluruh provinsi di Indonesia. Kehadiran mereka tentu sebagai tameng terhadap sejumlah kasus kejahatan usaha rental.


 


"Jadi misalnya kalau ada mobil pengusaha rental yang tergabung dalam BRN di Bali hilang atau Miskomunikasi dengan konsumen dan diketahui mobil itu ada di Jawa Barat, maka tim di Jawa Barat yang akan turun tangan, begitu juga sebaliknya dan berlaku di semua daerah," ujarnya.


 


Baginya, hal ini merupakan suatu bentuk dari budaya gotong royong yang dimiliki rakyat Indonesia sejak dahulu kala. BRN ingin menunjukkan bahwa gotong royong tidak hanya ada di desa-desa, tetapi juga ada di kota-kota.


 


Hal ini ternyata cukup efektif. Sebab, sampai saat ini belum ada alat untuk mendeteksi bila konsumen itu menggadaikan mobil yang ia sewa. Dengan bergotong-royongnya para anggota, dapat meringankan tugas dari kepolisian yang selama ini menjadi partner mereka dalam memberantas kejahatan sewa menyewa kendaraan, seperti penggelapan hingga penipuan.


 


Lebih menariknya lagi, jika ada unit kendaraan pengusaha yang hilang dan ditemukan oleh anggota yang lain, maka tak perlu ada biaya alias gratis.


 


Hanya memang, jika pemilik kendaraan tidka bisa datang untuk mengambilnya ke lokasi, biaya transportasi saja yang diberikan oleh si pemilik mobil tersebut dan kemudian unit dibawa ke lokasi pemilik.


 


Sulaiman pun mengaku bahwa tak sedikit dari anggotanya termasuk di Bali yang mengalami kejahatan sewa rental oleh para konsumen. Terlebih dalam situasi pandemi seperti ini. Lapangan kerja menyempit, perekonomian terhimpit dan pelaku kejahatan sewa rental pun menggeliat.


 


Untuk itu, Sulaiman mengimbau agar masyarakat di Indonesia agar membantu para pengusaha dengan cara yang sederhana. Yakni jangan tergiur dengan mobil harga murah terlebih tanpa BPKB. Karena besar kemungkinan, mobil tersebut adalah milik para pengusaha rental yang kehilangan komunikasi dengan si penyewa.


 


"Kalau ada orang yang menggadaikan mobil, itu wajib ada BPKB. Jadi jangan sampai kita membeli mobil tanpa ada BPKB. Itu pesan saya," pungkasnya.

Editor : Yoyo Raharyo
#rental mobil