GIANYAR – Musibah menimpa wisatawan domestic asal Tangerang, Banten.
Para pelancong yang rencananya hendak rafting di sungai Ayung di Banjar Begawan, Desa Melinggih Kelod, Kecamatan Payangan, Gianyar, pada Kamis (25/11) ini malah mengalami nahas.
Saat menaiki tangga menuju parkiran, rombongan turis ini tertimbun longsoran tebing. Dua orang dinyatakan meninggal dunia, sedangkan satu korban lain belum ditemukan.
Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, rombongan turis itu sempat turun menapaki 500 anak tangga.
Tiba di bawah, ternyata kondisi sungai tidak bersahabat. Debit air tinggi dengan aliran yang deras.
Akibat kondisi air sungai yang deras, mereka pun kemudian membatalkan untuk rafting.
Akhirnya, rombongan kembali ke atas dengan kembali naik menapaki tangga.
Nahas, sekitar pukul 12.00 WITA, saat berada di tengah tanjakan, tebing tanah longsor. Mereka pun tertimbun.
Saat itu, pelancong yang berada di posisi atas melihat longsoran tersebut langsung melompat menyelamatkan diri sehingga bisa selamat.
Berdasarkan data Basarnas, ada enam korban yang ketika itu sedang naik tangga.
Rinciannya, empat orang merupakan pelancong asal Tanggerang, Banten. Yaitu Martin Indrawijaya, 42 , Fina Lianty, 38, Julius Hans Wijaya, 10 (meninggal dunia) dan Marvel Sanjaya, 8, (masih dalam pencarian), Nuryanti, 36, (meninggal dunia), dan seorang WNA asal Swedia atas nama Cleas Henry Jinback, 55, dilaporkan selamat.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya mengatakan, saat menerima laporan tersebut, pihaknya langsung memimpin anggota ke lokasi kejadian.
"Rencana mereka mau ke parkiran, tapi di perjalanan naik mereka tertimpa longsor,”ungkapnya.
Editor : Didik Dwi Pratono