Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Terancam Bui 6 Tahun Gegara Live Bugil, Selebgram “Kuda Poni” Pasrah

Didik Dwi Pratono • Rabu, 29 Desember 2021 | 03:15 WIB
terancam-bui-6-tahun-gegara-live-bugil-selebgram-kuda-poni-pasrah
terancam-bui-6-tahun-gegara-live-bugil-selebgram-kuda-poni-pasrah

DENPASAR-Selebgram cantik Rani Rahmawati alias RR, 32, Selasa (18/12) mulai menjalani sidang perdana secara daring.


Saat disidang, pemilik nama “kuda poni” dalam konten pronografi berupa live bugil di aplikasi Mango dan BIGO itu hanya bisa pasrah dan tak melayangkan keberatan atas dakwaan yang diajukan jaksa penuntut umum (JPU).


Lantaran tidak mengajukan eksepsi, sidang dilanjutkan dengan agenda pembuktian atau pemeriksaan saksi.


Saat pembacaan surat dakwaan, JPU Sofyan Heru memasang dakwaan alternatif untuk Rani.


“Dakwaan pertama, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana Pasal 29 UU Nomor 44/2008 tentang Pornografi,” ujar JPU Heru.


 


Sementara dalam dakwaan alternatif, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 45 ayat (1) juncto pasal 27 ayat (1) UU Nomor 19/2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE), dengan ancaman pidana penjara selama enam tahun.


 


Dalam dakwaan diungkapkan, terdakwa melakukan aksinya di sebuah apartemen di wilayah Denpasar Selatan.


Dalam aksinya, terdakwa melakukan live streaming atau siaran langsung melalui aplikasi Mango yang diikuti 400 pengikut.


 


Tujuan terdakwa melakukan hal itu untuk mendapatkan penghasilan. Sebab, orang yang bisa menonton harus membeli tiket berupa diamond, sehingga terdakwa dapat penghasilan dari pembelian tiket tersebut.


 


Setelah itu, diamond yang terdakwa didapat diakumulasikan untuk ditukarkan dengan uang di aplikasi Mango.


Selanjutnya uang ditransfer ke rekening terdakwa. Penghasilan yang didapat terdakwa untuk siaran langsung melalui aplikasi tersebut setiap akhir bulan mencapai Rp 50 juta.


 “Sidang akan dilanjutkan pekan depan dengan agenda pembuktian, yakni mendengarkan keterangan saksi,” imbuh JPU Heru.

Editor : Didik Dwi Pratono
#sidang perdana