Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Korban Pengeroyokan Minta Kalung Dikembalikan karena Pemberian Nenek

Yoyo Raharyo • Minggu, 23 Januari 2022 | 18:27 WIB
korban-pengeroyokan-minta-kalung-dikembalikan-karena-pemberian-nenek
korban-pengeroyokan-minta-kalung-dikembalikan-karena-pemberian-nenek


BADUNG – Pemuda asal Jakarta berinisial MJF, 25, belum puas dengan penangkapan dua pelaku pengeroyokan atas dirinya di ShiShi Nightclub, Jalan Petitenget Nomor 208X, Kerobokan Kelod, Kecamatan Kuta Utara, Kabupaten Badung, Bali. Dia meminta peaku lain yang jumlahnya belasan orang ditangkap. Tidak itu saja, dia sangat berharap kalung emas miliknya yang dirampas dikembalikan karena pemberian nenek.


 


Hal itu diungkapkan MJF ketika dikonfirmasi radarbali.id, Sabtu (22/1). MJF meminta agar belasan pelaku lain ditangkap.


 


MJF menjelaskan,  kejadian berlangsung ketika dia datang untuk menikmati hidangan Asia eklektik, koktail dan tarian, Rabu malam (12/1). Di sana, dia naik ke lantai tiga sambil mencari teman pria yang sudah lebih dahulu menantinya.




Saat sudah di lanai 3, dia tak menemukan temannya tersebut sampai Kamis (13/1) sekitar pukul 02.00. Saat itu, MJF kemudian menoleh ke kiri dan ke kanan, mencari temannya. Sayang, karena menengok ke kiri dan kanan, membuat tersinggung orang lain. Akhirnya MJF dikeroyok oleh kurang lebih belasan orang.


 


Bukan hanya kasus pengeroyokan yang membuatnya kesal. Sebab, di antara para pelaku ada yang merampas tasnya. Padahal, di dalam tas berisi sejumlah barang berharga, yakni terdapat dompet berisi uang kurang lebih Rp600 Ribu, HP Iphone 11 promax.

Bahkan, juga ada satu kalung emas 25,6 gram beserta batunya 20 gram. Berikutnya yang ikut dirampas para pengeroyok adalah ATM, kartu kredit, KTP, NPWP, SIM dan KTP.


 


"Total kerugian mencapai Rp40 Juta,” tuturnya.


 


Dari sekian barang yang dirampas pelaku, MJF menyebut kalung emas adalah harta yang paling berharga. Sebab, kata dia, kalung emas itu merupakan pemberian almarhum neneknya.


 


"Yang paling berharga kalung itu, karena pemberian almarhum nenek saya dan sudah saya pakai sejak kecil kalungnya," kata MJF.

Editor : Yoyo Raharyo