Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Bos Warung Nasi Goreng yang Ngamuk Bawa Golok Dirawat di RSJ Bangli

Yoyo Raharyo • Minggu, 23 Januari 2022 | 22:15 WIB
bos-warung-nasi-goreng-yang-ngamuk-bawa-golok-dirawat-di-rsj-bangli
bos-warung-nasi-goreng-yang-ngamuk-bawa-golok-dirawat-di-rsj-bangli


DENPASAR - Rahmat Afandi, 39, bos bos warung nasi goreng yang sempat ngamuk dan bawa golok di Denpasar saat ini dirawat di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.



Rahmat Afandi menjalani observasi dan perawatan secara intensif di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Bangli.



Oleh sebab itu, aksi ngamuk dengan memegang golok belum bisa didalami oleh pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Denpasar Barat.



Kapolsek Denpasar Barat Kompol I Made Hendra Agustina dikonfirmasi mengaku, pria asal Malang, Jawa Timur tersebut masih dalam penanganan intensif oleh tim medis yang menanganinya di RSJ Bangli.



Pedagang nasi goreng tersebut dipindahkan ke RSJ Bangli sejak Senin (17/1).


Pria lajang berkepala botak itu diobservasi selama seminggu di RSJ Bangli. Hasil observasi baru diketahui kebenaranya. Karena itu, untuk sementara pihaknya belum bisa dipastikan kondisi kejiwaannya.



"Kalau nanti hasil pemeriksaan dokter dia divonis gangguan jiwa tentu tidak bisa dijerat hukum," katanya, Sabtu (22/1).


Pun sebaliknya kalau normal maka dia diproses hukum. Rahmat Afandi sendiri diamankan polisi atas aksi berbahayanya di warung tempatnya berjualan di Jalan Gunung Tangkuban, Banjar Tegal Buah, Desa Padangsambian Klod, Kecamatan Denpasar Barat, Minggu malam (15/1).

Dagang nasi goreng ini tiba-tiba mengamuk kepada seorang keluarganya Ahmad Saenudin, 35. Rahmat Afandi ngamuk karena tidak terima diajak pulang kampung untuk merawat penyakit yang dideritanya.

Polisi melakukan segala upaya agar Rahmat Afandi dan warga sekitar selamat dari aksi berbahaya itu. Polisi sempat menembakinya menggunaka gas air mata, disemprot pakai semprotan mobil damkar, Rahmat Afandi akhirnya diamankan saat bersembunyi di kamar mandi warung.


Editor : Yoyo Raharyo
#denpasar #rsj bangli