DENPASAR – Setelah menjadi korban pengeroyokan dalam final Turnamen Futsal Hikmast Cup IX Tahun 2022 yang digelar Himpunan Keluarga Matawai Amahu Sumba Timur (Hikmast) Bali, Regina Victoria Rambu Ngana Mahabar, harus menjalani operasi. Remaja berusia 17 tahun itu juga harus dipasangi pen, yang menghabiskan biaya sampai Rp40 juta.
Fy, orang tua Regina menjelaskan, kejadian pengeroyokan terhadap anaknya itu berlangsung saat detik-detik terakhir Final Turnamen Futsal Hikmast Cup IX Tahun 2022 yang digelar Himpunan Keluarga Matawai Amahu Sumba Timur (Hikmast) Bali dan dimenangkan oleh Tim Tawitir.
"Setelah mengetahui kemenangan itu, anak saya (korban) ini masuk ke dalam lapangan (bukan di dalam arena pertandingan). Tujuannya, ia akan meminta izin ke panitia untuk foto bersama dengan saudara-saudaranya (Tim Futsal Tawitir) itu," papar Fy.
Seperti dalam rekaman CCTV yang viral, saat berada di dalam, Regina Victoria Rambu Ngana Mahabar berkomunikasi dengan sejumlah panitia. Sayang niat sang anak kandas karena diperlakukan secara brutal.
"Anak saya sempat diseret, bahkan didorong keluar dari lapangan secara kasar. Juga sempat ditendang lalu tergeser dan nyaris terjatuh," tutur bapak 4 anak ini.
Dia mengatakan, hasil rontgen anaknya mengalami patah tulang lengan kiri. Lalu dioperasi (pasang pen).
“Total biaya operasi dan perawatan sampai saat ini Rp40 juta. Nanti kita melakukan kontrol sesuai jadwal dari dokter," jelasnya.
Fy mengatakan, kontrol wajib dilakukan karena akibat patah tulang, saraf lengan pun alami gangguan. Sehingga anjuran dokter, wajib kontrol dan melakukan terapi hingga sembuh.
Dia menjelaskan, jika kondisi sang anak semakin membaik maka 6 bulan ke depan, pen akan dilepas.
Beberapa hari lalu, lanjut dia, dari pihak Hikmast Sumba Timur datang dan meminta maaf.
“Saya kecewa, lalu pertanyakan terkait fungsi Satgas. Ya, saya tetap proses. Berani berbuat, berani bertanggung jawab di hadapan hukum," tutupnya.
Editor : Yoyo Raharyo