Ditemui di Denpasar Rabu (4/5/2022), Virgine menceritakan bahwa apa yang diungkap sang ibu kandungnya sebelumnya ke media tidak semuanya benar. Mulai dari rumah yang terletak di Sanur yang diklai sebagai rumah milik sang ibu. Gadis itu membantah dan mengatakan jika rumah itu adalah rumah yang dibelikan menggunakan uang dari sang ayah tirinya, Ng Boon Kwee alias Daniel.
"Jadi saya waktu itu baca di media (massa). Saya kaget karena di situ banyak hal yang menurut saya tidak benar. Saya memang lebih mengenal mama. Kelakuan mama saya dari dulu sampai sekarang karena saya anak pertama mama saya. Mama bilang, setelah pindah ke Bali, dia beli rumah di Sanur. Itu sebenarnya gak. Mama kan gak punya pekerjaan dan penghasilan apa-apa. Semua pendapatan itu dari daddy (ayah). Daddy yang kerja," katanya.
Bahkan Virgine juga membuat pengakuan yang mencengangkan. Dia mengatakan, sang ibu kerap membalikan fakta yang ada.
"Saya merasa lucu. Mama bilang daddy main perempuan. Malah sebaliknya. Setiap kali mama punya selingkuhan saya sering melihat," cetusnya.
Virgine sendiri bukanlah anak kandung dari Ng Boon Kwee. Namun dia mengaku harus berbicara untuk meluruskan semua fakta yang ada. Dilanjutkannya, bahwa sebelum kasus ini terjadi, sejak dahulu kala sang ibu memang kerap main serong. Virgine mengaku kerap melihat sang ibu bertemu dengan pria lain.
"Saya juga sering bertemu tanpa sengaja. Itu bukan cuma sekali. Di Jakarta pernah, di Bali dan juga di Manado. Saat saya melapor ke daddy, saya malah disalahkan sama mama. Diputarbalikkan semua ceritanya. Mama kalau salah tidak pernah minta maaf," urainya.
Lebih lanjut diceritkan, pada tahun 2021, Virgine bahkan mengaku sudah mengetahui adanya dugaan perselingkuhan antara sang ibu dengan oknum pengacara yang digerebek tersebut.
Dikisahkannya, pada tahun 2021 Virgine diajak oleh sang ibu untuk menikmati pesta hellowen. Saat itu, tiba-tiba sang ibu mengajak teman prianya yang merupakan oknum pengacara tersebut. Lalu, di sana sang ibu mengaku jika hubungan mereka hanya sebatas pertemanan. Namun beberapa kali ketemu, Virgine akhirnya mulai curiga. Dia melihat hal-hal yang tak lazim ditunjukan oleh oknum pengacara itu dengan ibunya.
"Saat itu saya baru tau si pengacara ini. Tapi awalnya saya berpikir mungkin Tan biasa. Tapi lama-lama saya melihat tingkah keduanya seperti apa. Jadi saya berpikir mereka sudah lebih dan tidak mungkin sebatas teman. Bahkan saya pernah diajak berkaraoke, di sana mereka bermesraan. Di mobil juga pernah, sebelum turun dari mobil, mama cium dulu (oknum pengacara)," ungkapnya.
Bahkan, setelah digerebek dengan oknum pengacara itu, sang ibu, kata Virgine juga malah membawa pria lain ke rumah mereka. Pria itu bahkan menginap dan tidur sekamar dengan sang ibu selama kurang lebih lima hari di rumah tersebut.
Kini Virgine mengaku harus membeberkan semua apa yang diketahuinya itu agar baik sang ibu mau pun ayah tirinya bisa mendapatkan jalan terbaik dari masalah ini. Dia ingin keluarganya harmonis kembali.
"Saya ingin semuanya baik lagi. Karena baru di keluarga ini saya merasakan keluarga yang utuh. Kalau pun meski berujung cerai, saya ingin hak asuh dan saya serta adik-adik saya diasuh Dady. Meski saya anak tirinya, saya merasakan saya diperlakukan seperti anak kandung," ungkapnya.
Sekadar diketahui dalam berita sebelumnya, Meivi menanggapi pernyataan sang suami Ng Boon Kwee, terkait dugaan perzinaan. Dikatakan, sang suami harus mengurai pokok permasalah, mulai dari awal kejadian. Jangan mulai dari pertengahan hingga akhir. "Sebenarnya saya diusir keluar dari rumah ada faktornya.Jadi, ini sebenarnya masalah hak asuh anak. Juga saya diusir dari rumah karena ada wanita idaman lain yang mau dibawa masuk ke rumah," katanya.
Dijelaskan, aksi pengusiran itu buntut dari percecokan mulut yang acap kali terjadi. Katanya, beberapa dari sebelumnya ia memindahkan deposit milik Meivi. Setelah itu, lelaki ini meminta agar istrinya menandatangani surat dari notaris tekait hak asuh 3 anak, juga rumah atas nama Mevi di Denpasar Selatan agar beralih nama.
"Saya sudah tahu. Tentunya dia mau mangantikan posisi saya dengan wanita idaman lain di rumah," jelasnya.
Lantaran selalu ditolak permintaan itu, kata Meivi, lelaki sapaan Daniel ini naik pitam dan mengusirnya. Meivi tak menapik bahwa ia dua malam tidak di rumah. Malam pertama ia memilih tidur di mobil. Lalu keesokannya dia menghubungi oknum pengacara ARMB yang dikenalnya sejak Oktober 2021.
"Dalam percakapan dengan ARMB, saya ceritakan permaslaah ini. Saya bilang, semalan tidur di mobil. Saya juga minta, boleh kah berkonsultasi dan menginap di rumah kamu," beber Meivi.
Wanita ini pun tak menampik, bahkan secara blak-blakan mengatakan, sama sekali ia tidak pernah menyangkal karena dipergoki sedang berduaan di tempat lelaki lain.
"Saya salah ada di sana, tapi jangan pernah memaksa untuk mengakui sesuatu yang nggak benar. Saya memang di sana, tapi kita tidak berbuat seperti yang dikira," kilahnya.
Saat polisi datang, aku Meivi, ARMB sudah tidur. Sementara dia duduk di kursi sambil chating dengan teman. Ia sempat membangunkan ARMB setelah mengetahui ada yang menggedor-gedor pintu.
Polisi juga mengamankan beberapa barang bukti, baik seprei dan beberapa lainnya.
"Di sana tidak ada kondom. Buktinya visum dua kali loh, tapi tidak mengarah ke apa yang dituduh. Sentuhan tangan saja tidak," aku Meivi.
Setelah melalui penyelidikan, Polres Badung menghentikan kasus dugaan perzinaan ini. Alasannya, tidak cukup bukti Editor : Yoyo Raharyo