Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Hoaks Penculikan Semakin Liar di Medsos, Masyarakat Diimbau Jangan Mudah Percaya

Hari Puspita • Rabu, 1 Februari 2023 | 23:05 WIB
Ilustrasi penculikan di Bangli. Namun setelah dicek kedua anak di bawah umur dibawa oleh ibu mereka.
Ilustrasi penculikan di Bangli. Namun setelah dicek kedua anak di bawah umur dibawa oleh ibu mereka.
RadarBali.id- Merebaknya berita-berita hoaks tentang penculikan bocah  di media sosial (medsos) semakin ngawur, liar dan meresahkan. Hoaks itu cepat menyebar di medsos.

Yang terbaru, muncul  hoaks  terkait penculikan anak sekolah yang membuat resah dan keonaran di lingkungan masyarakat. Dan, tak hanya menyebar di Jakarta, kabar hoaks itu menyebar ke penjuru Indonesia.

Kabar penculikan anak muncul di SDN 03 Joglo, Kembangan, Jakarta Barat, belum lama ini. Menyikapi kabar itu, Bhabjnkamtibmas Joglo pun bergerak cepat dengan mendatangi sekolah tersebut.

Kapolsek Kembangan Jakarta Barat, Kompol H. Ubaidillah mengatakan dalam rangka Harkamtibmas yang kondusif, pihaknya memerintahkan Unit Binmas aktif dan melakukan sambang wilayah Binaan dengan monitoring, sosialisasi atau sampaikan pesan kamtibmas dan jalin kemitraan kamtibmas dengan masyarakatnya.

“Pada kesempatan ini Binmas Aiptu Muhdir, mendatangi dan klarifikasi ke SDN 03 Joglo tentang berita di Medsos penculikan anak SDN 01 Joglo,” kata Ubaidillah, Rabu (1/2).

Tidak hanya di wilayah Jakarta Barat, berita hoax yang merasahkan juga terjadi di wilayah Bangkalan Madura. Dalam hal ini Kepolisian Resor Bangkalan meluruskan kabar penculikan anak yang menyebar luas melalui pesan WhatsApp dalam beberapa hari terakhir ini dan meresahkan masyarakat di wilayah setempat adalah tidak benar

Selain dalam bentuk video, kabar tentang penculikan anak juga menyebar ke masyarakat dalam bentuk rekaman suara. Kabar tentang penculikan anak yang kini menyebar luas di Bangkalan itu sudah pernah terjadi pada sekitar 2016 dan 2017. Hasil penyelidikan yang dilakukan tim Reskrim Polres Bangkalan, kasus penculikan anak itu tidak pernah ada.

Menyikapi fenomena ini tokoh Pemuda Jakarta Barat, Umar Abdul Aziz, SPD, SH, MH meminta masyarakat agar tidak termakan Broadcast yang tersebar terkait penculikan Anak Sekolah. Terlebih kabar tersebut belum terkonfirmasi dengan baik.

“Jangan gampang percaya dan langsung mengirim berita-berita di media sosial begitu saja yang bisa menimbulkan keresahan dan kepanikan,” tegas Umar.

Ia menjelaskan salah satunya berita hoax di wilayah Jakarta Barat, dimana yang tersebar berita tentang penculikan anak sekolah SD di Joglo, Kembangan, Jakarta Barat. Dimana dalam hal ini telah diklarifikasi ketidak benaran tentang penculikan tersebut oleh Binmas Aiptu Muhdir.

Bahwa yang sebenarnya terjadi adalah seorang yang mengaku bernama Herman bermaksud mengecek anaknya bernama Kharisma Humairah Herman yang sesuai info bersekolah di SDN 03 Joglo kelas 2.

Kemudian Satpam Edi berkoordinasi dengan pihak Sekolah SDN 03, guru imam, Siti dan Hesti. Dan akhirnya setelah dilakukan pengecekan ada nama Kharisa dengan kepanjangan lain sehingga tidak ditemukan. Sedangkan foto diambil oleh ibu Guru Siti yang mengeshare ke group Guru SDN 03, tapi tidak ada keterangan terkait yang beredar di Medsos.

Melainkan untuk klarifikasi ke pihak orang tua Kharisa  atas berita tersebut. Akan tetapi tidak diketahui siapa yang mengaplood ke Medsos dengan keterangan yang tidak sesuai (Foto orang di maksud tidak sesuai permasalahan sebenarnya). “Saya mengingatkan masyarakat lebih berhati-hati apabila menerima informasi dari media sosial,” pungkasnya. [JPG/jawapos.com]

  Editor : Hari Puspita
#hoaks penculikan anak #waspada hoaks penculikan anak #berita hoaks #hoaks penculikan anak di medsos