Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Rafael Merasa Miskin, Disindir Lebih Cinta Harta daripada Anaknya

Hari Puspita • Senin, 3 April 2023 | 23:03 WIB
Rafael Alun kini resmi ditahan KPK.  Dia diduga menerima gratifikasi. (foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
Rafael Alun kini resmi ditahan KPK. Dia diduga menerima gratifikasi. (foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com)
RadarBali.id-Ada-ada saja. Punya harta banyak namun sekarang berstatus tersangka, akhirnya Rafael Alun sekarang merasa miskin.

Curhatan tersangka dugaan gratifikasi, Rafael Alun yang viral mendapat respons dari Jonathan Latumahina, ayah David Oroza yang merupakan korban penganiayaan Mario Dandy.

Dalam unggahan di Twitter, Jonathan Latumahina menyindir Rafael mengkhawatirkan hartanya bukan anaknya. "Dia menangisi hartanya, bukan anaknya," tulis Jonathan Latumahina seperti dikutip, Senin (3/4/2023).

Ayah Mario Dandy ini curhat mengenai kondisi keluarganya yang sekarang viral di media sosial Twitter. Dalam curhatannya yang dunggah oleh akun Twitter @mardiasih, Rafael mengaku sudah tidak memiliki uang lagi karena KPK menyita seluruh uang dari rekening pribadinya dan sang istri.

Rafael juga merasa hidup keluarganya sekarang sangatlah terbalik hingga kesulitan untuk makan sampai harus dibantu oleh tetangganya. Tidak hanya itu, Rafael Alun Trisambodo merasa keluargaya sedang dibunuh karena tidak boleh makan dan melakukan hal apa pun.

Tidak Punya Niat Sembunyikan Harta

Rafael menyatakan, selama ini selalu patuh dengan perintah KPK untuk menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), sejak dirinya masuk kategori wajib lapor, pada 2011. Ia mengaku, kerap melaporkan hartanya ke KPK setiap tahun.

"Saya dapat mengklarifikasi bahwa saya selalu tertib melaporkan SPT-OP dan LHKPN, tidak pernah menyembunyikan harta, dan siap menjelaskan asal usul setiap aset tetap," kata Rafael kepada wartawan, Jumat (31/3/2023).

Rafael menyatakan, selalu tertib dalam melaporkan SPT tahunan orang pribadi sejak 2002, dan seluruh aset tetap dalam LHKPN. Ia pun mengaku, kerap menaikkan nilai aset yang dimiliki saat menyampaikan LHKPN.

Menurutnya, aset yang dilaporkan sejak 2012 hingga 2022, tak jauh berbeda. Namun memang terjadi perubahan nilai, karena menyesuaikan nilai jual objek pajak (NJOP)

"Hal ini terlihat dari nilai aset tetap dalam LHKPN yang tinggi karena mencantumkan nilai NJOP, walaupun sebenarnya nilai pasar bisa lebih rendah dari NJOP. Saya selalu membuat catatan sesuai dokumen hukum dan siap menjelaskan asal usul setiap aset jika dibutuhkan," tegas Rafael.

Selain itu, Rafael juga mengaku kerap mengikuti program tax amnesty pada 2016 dan Program Pengampunan Pajak (PPS) pada 2022. Hal ini tentunya sebagai bentuk kepatuhan dalam membayar pajak.

"Saya ingin menegaskan juga bahwa saya tidak pernah dibantu oleh konsultan pajak mana pun dan selalu membuat SPT sendiri," ucap Rafael.[JPG/jawapos] Editor : Hari Puspita
#kasus Rafael #Rafael Alun Trisambodo #Rafael merasa miskin #Rafael Alun Trisambodo tersangka