Pencurian diketahui pertama kali oleh Sekretaris Bumdes Tukadaya I Putu Gede Darma Putra, sekitar pukul 08.30 WITA. Saat hendak masuk, melihat rolling door sudah terbuka sekitar 30 sentimeter. Saat dicek ke dalam kantor, sejumlah barang hilang.
Perbekel Desa Tukadaya I Made Budi Utama mengatakan, pencurian diketahui pagi saat Bumdes hendak dibuka buka. Pencurian diduga dilakukan pada dini hari dengan merusak kunci pada rolling door toko yang juga dijadikan kantor Bumdes. "Gembok pintu dirusak," jelasnya.
Kantor Bumdes yang ada di Banjar Munduk Ranti, tepatnya di kios pasar dekat jembatan sungai Tukadaya tersebut, saat malam hari memang sepi. Sehingga pelaku dengan leluasa membobol dan mencuri barang berharga,
Barang-barang yang hilang, minyak goreng sebanyak 14 botol kemasan 1 liter, susu kemasan 4 kardus karton dan uang kas sebesar Rp 1,7 juta. Beruntung barang lain seperti laptop dan komputer masih aman tidak digondol maling. "Kerugian sih terbilang kecil, namun ini tidak bisa dibiarkan lagi terjadi," ungkapnya.
Karena itu, pihaknya sudah melaporkan pencurian ini ke Polsek Melaya. Untuk mengantisipasi pencurian kembali terjadi, BUMdes dengan layanan jasa dan perdagangan akan memasang kamera CCTV. [m.basir/radar bali]
Editor : Hari Puspita