Sebagaimana berita yang sudah beredar ke publik, khususnya di radarbali.id dengan judul, Ngeri! Ribut Dari La Favela, Batok Kepala Cewek Bule Berdarah-darah Akibat Ulah Satpam, Begini Pemicunya, telah menyebut nama security atau satpam La Favela yang melakukan kekerasan.
Nita,Direktur LYD Bali group, dalam surat klarifikasi yang dikirimkan kepada radarbali.id (Jawa Pos Group) membenarkan terjadinya insiden. Nita mengatakan, memang benar adanya wanita turis asing berambut pirang yang ada dalam video yang viral tersebut adalah tamu dari La favela.
Namun menurutnya, dari dalam La Favela pun tamu tersebut sudah membuat masalah, memesan minuman dan kemudian menolak untuk membayar. Bukan hanya itu, Wanita bule tersebut bersikap kasar kepada staf bar dan melemparkan gelas ke arah mereka sebelum meninggalkan bar dan tetap menolak untuk membayar.
Setelah insiden tersebut, security/keamanan La Favela meminta WNA tersebut untuk pergi. “Tetapi dia tetap menyerang, memukul dan berteriak serta memanggil mereka dengan hinaan rasial,” ungkap Nita.
Dinyatakan pula, bahwa tim security/keamanan kami di La Favela sudah mengikuti aturan dan SOP (standart operational procedure) yang di buat dalam hal mengatasi tamu yang bermasalah demi keamanan dan kenyamanan.
“Tim Keamanan tidak menyerang atau menegur tetapi tim keamanan kami hanya meminta wanita ini untuk pergi dan mengawal keluar demi keamanan dan kenyamanan tamu lainnya,” tegas Nita, dalam surat klarifikasi yang dikirimkan ke radarbali.id (20/4/2023).
“Bukti CCTV sudah kami serahkan ke yang berwajib. Kami memiliki bukti video yang menunjukkan dia pergi lalu memulai masalah dengan beberapa orang di luar tempat kami,” tukasnya, meyakinkan.
Selanjutnya wanita bule itu menyeberang jalan dan mulai cekcok dengan orang lokal lainnya di depan Cocomart.
Dia memulai cekcok dan kles fisik dengan beberapa orang dan menderita luka - luka. “Kami tegaskan disini bahwa tidak ada dari staff ataupun security dari La favela terlibat di sini. Wanita ini beserta dengan kelompoknya pergi meninggalkan lokasi tanpa menunggu kedatangan polisi,” ungkap Nita.
Pihaknya menyesalkan wanita tersebut tidak pernah mendatangi kantor polisi untuk membuat laporan resmi. “Mengenai pernyataan bahwa polisi menolak laporannya itu tidak benar, dan dia sudah meninggalkan Indonesia,” katanya.
“Kami menentang kekerasan kepada siapapun terutama terhadap wanita. Kami sangat menyayangkan kejadian ini. Berangkat dari pengalaman kami berusaha meningkatkan layanan keamanan kami setiap hari demi kenyamanan bersama. Setiap security kami terlatih dan memiliki pelatihan dari pihak berwajib,” tuntasnya. (dre/rid) Editor : M.Ridwan