Akibat terkena lemparan batu, Hadorn mengalami luka pada mulut dan kemudian melaporkan peristiwa yang dialaminya ke Polsek Nusa Penida.
Peristiwa itu bermula ketika korban bersama pacarnya hendak kembali ke penginapan setelah makan di sebuah rumah makan wilayah Banjar Sental Kawan. Di tengah jalan ke penginapan, tiba-tiba korban dilempar batu oleh KMA dan mengenai bibir bawah korban hingga mengalami luka robek. Atas peristiwa itu, korban melapor ke Polsek Nusa Penida dibantu masyarakat.
Personel Polsek Nusa Penida dipimpin Perwira Pengawas Aiptu I Komang Suadnyana yang mendapatkan laporan tersebut langsung mendatangi lokasi kejadian. Pihak keluarga yang mendengar KMA kembali berulah dan melukai orang lain, akhirnya menitipkan KMA untuk sementara waktu di Polsek Nusa Penida agar tidak kembali melukai orang lain.
“Saat kami bawa ke Polsek, KMA tidak berontak. Pihak keluarga rencananya menjemput sore ini,” terang Kapolsek Nusa Penida Kompol Ida Bagus Putra Sumerta saat dikonfirmasi, Minggu (23/4).
Berdasarkan keterangan pihak keluarga, KMA tinggal bersama ibunya yang sudah tua. KMA sudah pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa Bali di Bangli sebanyak lima kali. Kumatnya KMA hingga melukai orang lain diduga lantaran tidak rutin meminum obat yang diresepkan dokter.
“Ini kali kedua KMA dititip di Polsek Nusa Penida karena kumat. Menurut keterangan keluarga, KMA ini tidak rutin minum obat. Kasihan dia, hanya tinggal dengan ibu yang sudah tua. Kebetulan bule ini menginap di penginapan keluarga KMA yang tidak jauh dari rumah KMA,” tandasnya. (ayu) Editor : Donny Tabelak