Sejumlah sumber mengatakan, hasil keterangan karyawan Room Servis hotel megah milik ketua umum salah satu partai politik ini, bersesuaian dengan CCTV. Yakni dia sempat masuk kamar memgantar makanan sesuai pesanan. Yakni dia masuk kamar 4223 sekitar pukul 01.15.23.
"Tak begitu lama di dalam kamar. Dia keluar pukul 01.17," tegas sumber sembari meminta namanya disamarkan. Pun dikatakan setelah itu, dari rekaman CCTV, tamu cowok keluar atau tampak berada di koridor kondisi berlumuran berdarah darah merangkak sampai pukul 06.55. Dikatakan, sejauh ini, indikasi pembunuhan belum ditemukan.
"Ya, kuat dugaan bunuh diri. Kalau saling membunuh unsurnya belum ditemukan," tutup sumber ini, Kamis 4 Mei 2023. Dikonfirmasi terpisah Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabidhumas) Polda Bali Kombespol Stefanus Satake Bayu Setianto mengatakan pemeriksaan saksi-saksi dan rekaman CCTV masih dilakukan.
"Ya kita punya wewenang untuk analisa. Sudah ada hasil analisa tapi masih didalami lagi," timpalnya. Terkait analisa sementara, Kabid Humas belum memberitahu ke media. Berdalih masih penyelidikan,untuk lebih memastikan penyebab dan motif. "Sabar ya, kami masih dalami analisa ini. Ya, kami membekup Polresta dan Polsek Kutsel," tutupnya.
Sedangkan, Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Prof Ngoerah Dudut Rustyadi membenarkan Jenazah sepasang muda mudi asal tiongkok sudah diterima oleh tim forensik RSUP Prof Ngoerah, Senin 1 Mei 2023 sekitar pukul 12.40. Autopsi akan dilakukan terlebih dahulu terhadap jenazah berjenis kelamin perempuan Cheng Jianan lebih dahulu.
"Jrnazah Cheng Jianan diautopsi hari ini karena sudah mendapat persetujuan dari keluarganya. Proses autopsi menghabiskan waktu sekitar dua hingga tiga jam," kisahnya. Sedangkan, jenazah Lhi Chiming belum dapat diautopsi karena masih menunggu persetujuan dari keluarga. Dijelaskan, yang menentukan sebab meninggalnya karena pembunuhan atau bunuh diri itu tugasnya polisi.
Dikatakan, proses autopsi, tim RSUP Prof Ngoerah nantinya hanya dapat memperkirakan waktu kematian. Pun benda yang digunakan, terkait penyebab terdapat luka pada kedua. "Jadi, akan diperiksa dari kepala, leher, dada, perut, dan panggu," tutupnya.
Seperti berita sebelumnya, peristiwa tragis ini diketahui bermula ketika. Salah satu tamu menempati kamar nomor 4228 menggubungi operator hotel mewah bintang lima ini, sekira pukul 06.43. Dalam sambungan telepon, penghuni kamar 4228 menyampaikan bahwa mendengar teriakan minta tolong, dan suara itu dari koridor kamar 4223.
Merespon informasi itu, Duty Manager mendatangi lokasi, dan meminta salah satu karyawan Bellman datang dengan membawa kursi roda. Tujuannya untuk mengantisipasi apabila ada tamu meminta bantuan. Tiba di lokasi, karayawan hotel kaget melihat tamu tergeletak berlumuran darah dalam keadaan telanjang, bahkan terdapat kotoran manudia juga.
Kejadian tersebut segera dilaporkan kepada Chief Security. Termuan ini membuat geger. Baik keryawan dan seluruh penghunu kamar Hotel Intercontinental. Hal ini dilakporkan ke Polsek Kuta Selatan. Tim dikerahkan melakukan olah TKP bersama Inafis Polresta denpasar. Tim gabungan Polsek dan Polresta melakukan olah TKP saat itu juga.
Li Chiming tergeletak di dalam bathup kamar mandi hotel. Posisinya terlentang, luka lecet pada leher kiri, di leher masih melingkar kain, dan tidak menggunakan pakaian, dan sudah meninggal. Sementara itu, Cheng Jianan tergeletak di teras koridor hotel. Posisi dia terlentang, Tubuh berlumuran darah. Terdapat luka robek terbuka di leher, luka lecet pada tangan kiri, telanjang dan sudah dalam keadaan meninggal. (dre/rid) Editor : M.Ridwan