Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh, Pemalakan Wisatawan Pengguna Taksi Online Berpotensi Hambat Pulihnya Wisata Bali

Marsellus Nabunome Pampur • Jumat, 23 Juni 2023 | 01:30 WIB

 

DICIDUK: Kadek Eka Putra, 40, diketahui lemas dan nyaris menangis di Polres Badung, Rabu 21 Juni 2023
DICIDUK: Kadek Eka Putra, 40, diketahui lemas dan nyaris menangis di Polres Badung, Rabu 21 Juni 2023

DENPASAR-Ni Luh Djelantik bereaksi terkait aksi pemerasan yang dilakukan oleh driver taksi yang sempat viral. Dimana akhirnya pelaku ditangkap oleh kepolisian Polres Badung. Dalam unggahannya, Ni Luh Djelantik mengatakan bahwa setiap wisatawan yang berkunjung ke Bali berhak memilik mode transportasi yang dibutuhkan. 

Dalam unggahannya, Ni Luh Djelantik menyarankan setiap perwakilan driver di setiap desa untuk memasarkan mode transportasi offline, membentuk perkumpulannya, serta menentukan tarif yang dapat bersaing dengan transportasi online. 

“Masukan di atas sudah Mbok sampaikan berulang kali sejak sepuluh tahun lalu. Mbok bahkan menyarankan, jika tidak mau jadi anggota driver online, maka Bali harus punya sistem online setara Gojek untuk mengakomodir para driver. Namakan saja GoBali misalnya,” tulisnya dalam unggahan. 

Lalu selanjutnya disarankan diadakan pertemuan rutin antara driver offline dan online membahas kondisi di lapangan yang bertujuan meningkatkan kualitas pelayanan. 

Ia berharap masyarakat Bali bisa menerima kehadiran teknologi. Ia meyakini wisatawan berkenan membayar lebih, penyedia layanan bisa memberikan alasan tepat dan pelayanan prima. 

“Untuk para driver di Bali, mari kita bergandengan tangan wujudkan Bali aman nyaman untuk semua. Tarif fair, pelayanan berkualitas, siap bersaing secara sehat adalah kunci,” tandasnya. 

Postingan Ni Luh di laman media sosialnya itu mendapat cukup banyak komentar dari warganet. Dimana ada warganet yang mengungkap jika kejadian seperti yang sempat viral di media sosial itu tak hanya terjadi sekali saja. 

Kejadian itu sebetulnya kerap terjadi. “Di dewi saraswati mbok @niluhdjelantik banyak wisatawan yg di paksa turun, dan mereka hrs gredek koper2 mrk ke jalan kunti. semoga atas bantuan mbok semua bisa di selesaikan dgn baik,” ujar akun @mskwanda. 

Terkait penghadangan yang dilakukan pengemudi taksi lokal di Bali, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun menyayangkan hal tersebut. Ia menegaskan tidak pernah ada larangan bagi taksi online untuk mengangkut penumpang di Bali. Masyarakat pun diperbolehkan memilih transportasi yang ingin digunakan. 

“Kami menyelesalkan terjadinya peristiwa itu, di tengah pemulihan pariwisata Bali seharusnya semua pihak berupaya memberikan rasa aman dan nyaman, jangan sampai adanya kejadian ini menimbulkan kesan Bali tidak aman bagi wisatawan,” ungkap Tjok Bagus Pemayun, Rabu (21/6/2023). 

Ia memastikan pelaku penghadangan telah diproses di kepolisian dan akan mempertanggungjawabkan aksinya sesuai hukum yang berlaku. Ia berharap tidak ada lagi kejadian yang membuat citra buruk Bali. 

Terkait regulasi taksi online dan offline, Dinas Pariwisata menyerahkan sepenuhnya ke Dinas Perhubungan. 

“Yang pasti kami ingin semua berjalan baik sesuai regulasi, semua pihak baik taksi online maupun offline boleh menjalankan usahanya di Bali, yang penting wisatawan yang diangkut merasa aman dan nyaman,” tandas Tjok Bagus Pemayun.

Editor : Donny Tabelak
#pemerasan #ni luh djelantik #taxi online