RadarBali.id- Masih ada saja sisa-sisa teroris jaringan lama zaman Amrozi cs. Masih ada kaki tangan Dr. Azahari yang masih aktif.
Seperti lima orang tersangka terorisme ditangkap oleh Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri dari hasil operasi di wilayah Jawa Tengah. Kelima tersangka adalah berinisial S alias SU, T, PS, AG dan R.
Juru bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Pol Aswin Siregar mengatakan, lima tersangka ini diduga berhubungan dengan kasus bom bunuh diri di Polsek Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat. Mereka memiliki peran berbeda-beda.
Dari kelima tersangka ini bahkan ada yang memiliki peran krusial dalam kelompok teror. Hasil penyidikan menemukan fakta bahwa tersangka S alias SU adalah anak didik dari mendiang gembong teroris Dr. Azhari.
"SU belajar bom itu sudah lama. Dia itu turunan atau anak didik dari dedengkot ahli teror bom yang kita tahu Dr. Azhari," kata Aswin kepada wartawan, Sabtu (5/8/2023).
SU juga berperan sebagai penyuplai bom yang diledakan oleh Agus Sujatno alias Agus Muslim di Polsek Astanaanyar. Bom buatan SU ini pun berhasil meledak cukup besar.
"Kasus bom Astanaanyar bahkan SU mengatar, mengirim sendiri paket yang akan diledakan oleh AS dan menyerahkannya di salah satu daerah," jelasnya.
Lebih lanjut, Aswin menyampaikan, SU ditangkap di Boyolali, Jawa Tengah, pada Selasa, 1 Agustus 2023. Sedangkan T ditangkap di Sukoharjo, Jawa Tengah sehari kemudian.
Selanjutnya, PS ditangkap di Boyolali, Jawa Tengah, pada Kamis, 3 Agustus 2023. AG ditangkap di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada hari yang sama. Sedangkan, R ditangkap terakhir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Kamis, 27 Juli 2023.
"SU dalam tindaknnya dibantu oleh tersangka T, AG, PS. Itu merupakan orang-orang yang membantu menyiapkan bom tersebut," pungkas Aswin. [JPG/jawapos]
Editor : Hari Puspita