Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Dari Peristiwa Berdarah di Villa Desa Kaba-kaba, Pelaku Disebut Berjumlah 4 Orang dan Sempat Pesta Miras

Juliadi Radar Bali • Minggu, 10 September 2023 | 00:33 WIB

 

Tim Inafis yang melakukan olah TKP di lokasi penganiayaan di Proyek Villa Banjar Tegal Kepuh, Desa Kabakaba, Kediri Tabanan.
Tim Inafis yang melakukan olah TKP di lokasi penganiayaan di Proyek Villa Banjar Tegal Kepuh, Desa Kabakaba, Kediri Tabanan.

TABANAN– Polisi masih mengejar empat terduga pelaku pembacokan buruh bernama Didik Haryono asal Sampang Madura, Jatim, di lokasi proyek pembangunan villa di Banjar Tegal Kepuh, Desa Kabakaba, Kediri, Tabanan. 

Korban dikeroyok lalu dibacok menggunakan sajam hingga kritis oleh empat orang buruh asal Sumba, NTT, yang kini sudah melarikan diri. 

Informasinya, peristiwa berdarah itu melibatkan sesama buruh bangunan pada Jumat malam sekitar pukul 21.00. Buruh bernama Didik Haryono asal Sampang Madura, Jatim bersimbah darah. Kondisnya saat ini kritis. Dia diduga dikeroyok empat orang buruh asal Sumba, NTT. 

Salah seorang buruh bangunan asal Lombok Tengah, NTB, bernama Sudirman, 52, mengatakan, ketika malam kejadian sekitar pukul 21.00 wita itu ia sedang istirahat dalam bedeng bersama buruh bangunan lainnya. Namun tiba-tiba terdengar suara keributan di luar bedeng. “Ketika keluar, saya itu sudah melihat penganiayaan. Satu orang buruh yakni korban Didik Haryono asal Sampang Madura dikeroyok empat orang buruh asal Sumba, NTT. Maksud saya coba lerai perkelahian malah saya kena bogem (pukul),” aku Sudirman saat ditemui di lokasi kejadian, Sabtu (9/9). 

Empat orang yang melakukan pengeroyokan itu, kata saksi, dalam kondisi mabuk. Bahkan saat penganiayaan terjadi para pelaku menggunakan senjata tajam jenis pisau. Seusai penganiayaan dengan sajam hingga korban dibuat terkapar penuh luka, empat orang yang diduga pelaku langsung kabur melarikan diri. 

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Tabanan Arung Wiratama mengatakan pihaknya melakukan olah TKP saat ini di lokasi penganiayaan untuk memastikan kembali kronologi kejadian yang sebenarnya. “Dari hasil olah TKP ini beberapa alat bukti sudah diamankan. Satu senjata tajam berupa pisau yang digunakan pelaku. Selain itu sepeda motor Yamaha RX King,” ungkapnya.

Pihaknya sampai sejauh ini masih mendalami motif apa yang melatarbelakangi penganiayaan itu. Namun untuk pelaku sementara diduga sekitar 3 sampai 4 orang yang kini masih dalam pengejaran.“Informasi sih pelaku minum (miras), karena memang ada acara pesta miras, tapi masalah apa yang sesungguh terjadi ini kami dalami,” ucapnya.  

Saat ini kondisi korban Didik Haryono masih kritis sedang dirawat di RS Sanglah Denpasar. Karena beberapa luka tusuk di bagian dada. Selain itu ada luka dibagian kepala dan tangan. “Korban masih mendapat tindakan medis serius di rumah sakit,” pungkasnya. (*)

Editor : Donny Tabelak
#sampang madura #pembacokan #Peristiwa berdarah #Buruh Dianiaya #polres tabanan #Desa Kaba-Kaba #Sumba