Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Duh! Gegara Status di WA, Mahasiswi Dikeroyok Sepupu dan Dua Paman Sendiri, Ternyata Masalahnya ini

Andre Sulla • Senin, 25 September 2023 | 02:30 WIB
BABAK BELUR: Ilustrasi mahasiswi dijambak dan dianiaya sepupu dan paman di Tuban, Kuta Badung.
BABAK BELUR: Ilustrasi mahasiswi dijambak dan dianiaya sepupu dan paman di Tuban, Kuta Badung.

DENPASAR,radarbali.id - Apes nian nasib mahasiswi berinisial AYTM, 22, warga Tuban, Kuta, Badung. Dia dianiaya dan dikeroyok hingga babak belur oleh seorang sepupu dan dua orang paman sendiri.

Kok bisa?. Kejadian berlangsung di rumahnya, Jalan Kediri, Perumahan kawasan Tuban, Kuta, Badung, Kamis 21 September 2023 sekitar pukul 22.45. Motifnya hanya sepele, yakni salah paham karena status di WhatsApp.

Informasi yang dihimpun Jawa Pos Radar Bali, AYTM mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu 22 September 2023. Dalam kondisi babak belur. Mahasiswi ini membuat laporan penganiyaan disertakan dengan kuitansi berobat sebagai bukti tambahan.

 Baca Juga: Asyik! Mahasiswa Asing Tertarik Mengenal Budaya Ngopi di Kedai Kopi, Serupuut!

Kepada anggota yang bertugas, AYTM mengatakan peristiwa dialami berlangsung di rumahnya, Tuban, Kuta, Badung.

"Dia tunjukkan luka memar pada bagian pipi kanan. Pelipis bagian. Dan kelopak mata kanan," beber sumber petugas, Minggu (24/9/2023).

Dalam Kejadian ini, terlapor adalah sepupu sendiri bernama MNAT, bersama Dua paman yakni YGT dan OP.

 Baca Juga: Menanti Nol Persen Angka Kemiskinan Ekstrem di Bali (3):Karangasem Klaim Menurun, Gianyar Pantau Data

"Menurut pelapor, motifnya hanya sepele yakni salah paham. Diawali ketika kakak pelapor bernama MNAT membuat status WhatsApp tentang motor," kisah sumber mengutip keterangan pelapor.

Dengan adanya status itu sepupunya MNAT melihat, lalu merasa tersinggung. Lalu diketahui, MNAT membalas dengan story di ponselnya sendiri. Setelah itu Maria menceritakan kejadian amplop dalam kotak nikah yang hilang pada story. Lalu dibalas lagi dengan memasang stori oleh sepupu MNAT, sehingga terjadi saling sindir menyindir.

Situasi ini mulai tegang ketika selang satu jam kemudian YGT datang ke rumah keponakan (korban). Dia bertemu dengan sang ibu (orang tua korban) lalu pertanyaan soal story anak perempuan (MNAT) dengan anak kepada ibu pelapor. Belum sempat direspon, YGT ini marah-marah di ruang tamu.

 Baca Juga: Senin, 25 September 2023 Polres Gianyar Pastikan Umumkan Tersangka Lift Maut Ayuterra Resort

Tak berselang lama Margaret datang. Setelah itu Margareta dan Om YGT mencari pelapor. AYTM dicari hingga ditemukan di dapur.

Saat itu juga Om YGT mendorongnya, kemudian Margareta menjambak. Tah hanya itu, Om YGT kembali mendorong legi hingga AYTM terjatuh dan selanjutnya menekan kepala anak dan dipukul kebagian wajah kanan sebanyak dua kali.

AYTM di seret ke kehalaman depan rumah, dan sempa merontah, lalu Om OP emosi dan menghampirinya. Tanpa basa basi, Om yang satu ini langsung memukulnya.

Pukulan ini mendarat di telinga sebelah kiri. "Aksi brutal sepupu korban dan dua om alias paman korban ini berakhir ketika dilerai oleh tetangga. Selanjutnya saya meIaporkan kejadian tersebut ke Polresta Denpasar untuk penanganan lebih lanjut," tegas sumber.

Dalam laporan itu, AYTM melampirkan bukti berupa surat Kwitansi berobat. Dikatakan, masalah tersebut segera ditindak lanjuti oleh pihak PPA Satuan Reserse Polresta Denpasar karena menyangkut Perempuan dan Anak. Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi enggan berkomentar banyak.

Berdalih belum mendapatkan informasi terkait pengaduan ini. Walaupun demikian ia mengaku akan mengecek. "Kalau sudah dilaporkan, pasti akan ditindaklanjuti," tutup Jubir Polresta Denpasar.***

Editor : M.Ridwan
#dihajar #babak belur #mahasiswi #paman #status wa #dianiaya #Sepupu