DENPASAR- Kota Denpasar memang memiliki banyak tempat hiburan, termasuk bar maupun restoran yang menyajikan live music dan live DJ. Sayang, salah satu tempat hiburan di tengah kota ini justru kerap terjadi keributan. Yakni, Cafe Triple Three Bar Society.
Terbaru, terjadi peristiwa berdarah di bar yang terletak di Jalan Tukad Barito Timur No.97, Panjer, Denpasar Selatan, Kota Denpasar. Kejadian berlangsung Rabu kemarin (11/10) sekitar pukul 01.00.
Informasi yang dihimpun, tempat hiburan malam di tengah kota dan baru beroperasi kurang lebih dua tahun ini menjadi idaman muda-mudi. "Ya mas, kerap kali terjadi penganiayaan di sini," ujar salah satu warga setempat, yang juga memiliki warung yang tak jauh dari TKP.
Yang terbaru, terjadi pengeroyokan di depan Cafe Triple Three Bar Society. Kabarnya seorang pemuda jadi korban pengeroyokan, namun warga yang meminta namanya dirahasiakan itu tidak mengetahui identitas pemuda yang menjadi korban.
Dikonfirmasi terpisah, petugas kepolisian di lingkungan Polsek Denpasar Selatan membenarkan terkait adanya peristiwa itu, bahkan pihaknya telah menerima laporan dengan nomor TBL/152/X/2023/SPKT/Polsek Densel/ Polresta Denpasar/ Polda Bali oleh I Gusti Putu PYS, ayah dari sang anak (korban). Korban merupakan pemuda bernama I Gusti Bagus CW, 21.
"Kabarnya pelapor adalah pengacara. Akibat pengeroyokan tersebut, anak dari seorang pengacara itu mengalami luka serius. Terlapor diduga owner dan kurang lebih 10 orang anak buahnya," timpal sumber.
Ditambahkan, pihaknya masih dalami laporan tersebut. Dan segera melakukan olah TKP. "Kami sementara lakukan penyelidikan. Dan nantinya, jika benar Owner Cafe Triple Three Bar wajib bertanggung jawab di depan hukum," ungkap sumber ini semberi mengatakan media untuk konfirmasi ke pimpinan. Sayang pihak berkompoten di lingkungan Polsek Densel belum bisa dikonfirmasi.
Walaupun demikian, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi membenarkan. Pun diterangkan, berdasarkan keterangan sementara, peristiwa ini bermula ketika pemuda ini bersama teman-temannya kurang lebih lima orang datang ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), pada Selasa (10/10) sekitar pukul 22.30.
Kejadian itu berlangsung sekitar pukul 01.00. "Kata korban berstatus mahasiswa tersebut, ditarik keluar cafe secara tiba-tiba oleh tiga orang tak dikenal," terangnya, Rabu (11/10).
Sesampainya di luar (halaman), I Gusti Bagus CW menanyakan apa maksud ketiga orang itu menariknya. Tidak merespon pertanyaan itu, malah pemuda ini didorong. Sehingga dia melawan dengan melayangkan pukulan. Saat itulah, dia langsung dikeroyok beramai-ramai. "Akibat kejadian ini, korban mengalami patah tulang rahang bawah bagian kanan dan kiri," tambahnya.
Selanjutnya ayah korban melaporkan ke Polsek Densel dan membawa anaknya ke RSUP Prof Ngoerah.
Dikonfirmasi terpisah, I Gusti PPYS mengaku telah membuat laporan di Polsek Densel. Dikatakan, awalnya diberitahu oleh anak perempuannya, bahwa putranya telah dikeroyok.
Sehingga, pria yang berprofesi sebagai advokat ini segera datang ke TKP. Dia pun bergegas mengecek, ternyata benar, anaknya sudah berdarah-darah terutama pada mulutnya. Kala itu sang anak mengaku dikeroyok oleh owner cafe dan 10 orang pekerjanya tanpa mengetahui apa penyebab sampai dianiaya serta dikeroyok. "Tidak tahu motifnya dan tidak ada masalah sebelumnya," tutur sang ayah mengutip keterangan sang anak.
Saat ini, dikatakan bahwa sang anak harus menjalani perawatan intensif di RSUP Prof Ngoerah akibat luka serius yang dideritanya. Maka dari itu selaku orang tua, dia berharap pelaku yang mengeroyok putranya segera ditangkap oleh polisi.
"Sekarang (anak) harus operasi karena rahang patah. Saya tidak terima, saya yakin orang tua manapun akan marah jika anaknya diperlakukan seperti dialami anaknya. Karena itu saya akan proses secara hukum yang berlaku," tutupnya.***
Editor : Donny Tabelak