SINGARAJA– Video perilaku asusila pelajar di Buleleng kembali menyebar. Video itu tersebar melalui beberapa grup WhatsApp di masyarakat. Polisi mengklaim masih melakukan penelusuran terhadap kebenaran video tersebut.
Informasi yang dihimpun, video itu merekam perbuatan asusila pelajar sekolah menengah di Kecamatan Tejakula. Pemeran pria maupun wanita, menempuh pendidikan di sekolah yang berbeda. Tercatat ada tiga video yang tersebar. Masing-masing berdurasi 47 detik, 1 menit, dan 31 detik.
Kapolsek Tejakula, AKP Gede Sudiana saat dikonfirmasi mengatakan hal itu baru dugaan awal. Menurutnya orang tua salah seorang pelajar telah datang ke Polsek Tejakula untuk berkoordinasi. Mereka khawatir video itu menyebar luas di masyarakat. Sehingga berencana melapor ke polisi terkait pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).
“Sempat datang berkoordinasi kemarin. Baru berkoordinasi saja. Mereka juga belum melapor resmi,” kata Sudiana, Kamis (19/10).
Informasi yang dihimpun radarbali.id, pelajar pria menyimpan video asusila di ponsel miliknya. Ponsel itu sempat dipinjam salah seorang rekannya. Ternyata rekannya mengambil video tersebut tanpa sepengetahuan pemilik ponsel. Video itu kemudian beredar luas di sejumlah grup Whatsapp.
Diduga video itu baru dibuat beberapa bulan terakhir. Baik pelajar pria maupun pelajar wanita, keduanya masih di bawah umur.
Sudiana pun tidak menampik soal informasi tersebut. Sayangnya penyelidikan polisi masih tersendat. Diduga rekan pelajar pria itu melakukan factory reset pada ponselnya. Sehingga dokumen, foto, video, hingga riwayat percakapan sudah hilang. Alhasil jejak penyebaran video juga tidak terdeteksi.
“Sejujurnya kami juga belum lihat videonya. Kami masih menelusuri keberadaan videonya ini. Kalau memang fakta tersebar, pasti kami ambil tindakan,” tegasnya.***
Editor : Donny Tabelak