Bali Bali United Berita Daerah Cover Story Dwipa Ekonomi Ekonomi & Perbankan Events Features Foto Lepas Gaya Hidup Hiburan & Budaya Hiburan & Seni Budaya Hospitality Hukum & Kriminal Inforial Internasional Kesehatan Nasional Opini Otomotif Pariwisata Pendidikan Perbankan Peristiwa Politika Sportainment Sportmania Tamu Redaksi Teknologi Traveling

Brutal! Sekuriti Kafe Delona Pemogan Denpasar Keroyok Tamu hingga Rahang Retak, Begini Gegaranya

Andre Sulla • Senin, 20 November 2023 | 02:22 WIB
TKP KERIBUTAN: Lokasi Kafe Delona TKP penganiayaan oleh sekuriti hingga babak belur.
TKP KERIBUTAN: Lokasi Kafe Delona TKP penganiayaan oleh sekuriti hingga babak belur.

DENPASAR, radarbali.id- Aksi brutal oleh sekeolompok penjaga keamanan kembali terrjadi. Kali ini, para sekuriti Kafe Delona, Jalan Glogor Carik, Pemogan, Denpasar Selatan, menganiaya tamu hingga babak belur.

Bahkan kabar terbaru, pengunjung Kafe bernama Putu AP usia 24 tahun masih di rawat di RS karena menderita retak pada tulang rahang. Kejadian berlangsung, Sabtu jelang tengah malam 18 November 2023 sekitar pukul 23.40.

"Korban merupakan teman saya, dia ke sana untuk cari hiburan, namun ketika hendak masuk, terlibat salah paham hingga dirinya dimaki-maki oleh para sekuriti Kafe Delona," ungkap salah seorang teman dari lelaki asal Buleleng (korban) itu, Minggu (19/11/2023).

Sumber yang meminta namanya tidak ditulis di media ini mengatakan, peristiwa itu baru diketahui hari Minggu siang.

"Saya juga baru tahu teman di keroyok sejak siang tadi. Dengar-dengar motifnya salah paham. Putu AP tidak terima di di maki-maki, lalu dia marah sambil melangkah keluar," tambahnya sembari mengatakan, ketika berada di luar Cafe (depan) dia di kejar oleh sekuriti yang menurutnya lebih dari dua orang.

Tanpa basa-basi, lelaki asal Buleleng yang berdomisili sementara di Denpasar ini dikeroyok secara membabi buta hingga terjatuh di tanah.

Beruntung ada warga setempat yang datang dan melerai. Setelah itu, para sekuriti ini masuk dan kembali bekerja tanpa meminta maaf.

Kejadian yang dialami disampaikan kepada saudara-saudara. Lalu yang bersangkutan di bawa ke pihak yang berwajib untuk melaporkan terkait apa yang dialami dan dirasakan, kemudian di bawa ke Rumah Sakit.

"Teman saya mengalami babak belur. Keluar darah dari hidung dan mulut. Ternyata setelah di dicek, pihak RS menyatakan rahangnya retak. Keluarga pun tidak terima, dan berharap masalah ini terus di proses, tidak ada kata damai," tegas sumber.

Dikatakan, apakah masalah ini dilaporkan ke Polsek Densel, Polsek Polresta Denpasar, atapun Polda Bali, dirinya belum mengetahui secara pasti. Namun berdasarkan pernyataan dari keluarga Putu AP, kasus ini telah ditangani pihak pihak berwajib, hari Minggu pagi. "Keluarga berharap, para terlapor segera diamankan," kisahnya.

 

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Seksi Hubungan Masyarakat (Kasi Humas) Polres Badung AKP I Ketut Sukadi enggan berkomentar banyak. Katanya, akan mengecek terlebih dahulu kapa anggota. "Ya, saya cek dulu. Kalaupun sudah dilaporkan, pasti akan ditindak lanjuti," tutup Juru Bucara (Jubir) Polresta Denpasar.

Sementara itu, situasi di Cafe Delona Minggu sore (19/11) diketahui sedikit sepi, namun ada sejumlah kendaraan roda dua terparkir di halaman dalam. Beberapa karyawan diketahu masuk keluar di tempat hiburan ini, baik menggunaka kendaraan roda dua.

Ketika di hampiri dan di konfirmasi soal adanya keributan tersebut, wanita yang diduga bekerja sebagai waitress enggan berkomentar banyak. "Saya tidak tahu menahu mas," singkat wanita berambut sebahu ini.***

Editor : M.Ridwan
#babak belur #aksi brutal #sekuriti #kafe delona #pengunjung kafe