MANGUPURA, radarbali.id - Cekcok mulut antara warga Cemagi Mengwi dengan seorang buruh proyek diduga dalam kondisi mabuk meresahkan warga sekitar.
Tak terima kelompok buruh berusaha melakukan penyerangan menggunakan senjata tajam. Warga terpaksa membunyikan kulkus bulus dan 7 buruh proyek dapat diamankan ke Polsek Mengwi, Rabu (17/1/2024) sekitar pukul 02.30.
Informasi yang dihimpun peristiwa ini bermula seorang buruh proyek adalah dari Kodi, Sumba Barat Daya. NTT, entah dari mana namun dia pulang ke bedeng proyek.
Dia melintas dari tempat beberapa warga sedang duduk santai. Diduga dalam kondisi setengah sadar buruh proyek ini terlibat salah paham dan cekcok mulut, bahkan terlibat saling dorong.
Atas kejadian yang menimpah dirinya, iapun langsung kontak keluarganya yang ada diproyek dan menyampaikan jika dirinya dikeroyok oleh sekelompok orang yang sedang minum dipinggir jalan.
Tidak lama kemudian, keluarga dan teman-teman dari anak memberi respon, dan bergegas ke TKP, niat membantunya dengan membawa parang.
Memgetahui sekelompok buruh proyek diduga akan menyerang warga di Banjar Batan Tanjung Desa Cemagi, Mengwi, Badung, warga setempat dan memukul kulkus bulus (tanda bahaya).
Tujuh orang berhasil diamankan dan beberapa diantaranya sempat diamuk massa. Peristiwa dugaan penyerangan ini merupakan buntut dari perkelahian antara seorang pemuda asal Banjar Batan Tanjung berinisial IGNA, 20, dengan seorang buruh proyek berinisial ORB. 22.
"Pertikaian itu berhasil didamaikan. Hanya saja, rekan-rekan ORB yakni buruh proyek asal Sumba Barat Daya, datang hendak menuntut balas," tambah sumber.
Sementara IGNA meminta bantuan teman-teman yang berada di Banjar Batan Tanjung, dan mengatakan dirinya dikeroyok.
"Kebetulan ada warga atau pemuda disana sedang membuat ogoh-ogoh di banjar Batan Tanjung tersebut," ungkap sumber. Melihat IGNA memanggil teman-temannya, ORB lantas mengeluarkan parang yang sebelumnya diselipkan di motor.
"Ya, melihat ORB membawa parang, warga menduga akan ada penyerangan. Warga pun lantas memukul kul-kul bulus di banjar," tambah sumber lain.
Mendengar bunyi tanda bahaya, warga berbondong bondong keluar dan mengejar ORB dan kelompoknya. Melihat massa datang, ORB memilih kabur ke arah Munggu menggunakan sepeda motor.
"Tapi setiba di depan sebuah apotek Banjar Pempatan Munggu, Mengwi, pria itu sudah dihadang warga," ujar sumber.
Akibatnya, ORB sempat dihakimi massa hingga wajahnya berlumuran darah. Petugas Bhabinkamtibmas setempat bersama warga mengamankan ORB berikut enam orang temannya, berinisial RM, 34; SUH, 45; ReM, 21; AM, 22; JG, 17; dan MGH, 22.
"Polisi lantas membawa tujuh orang dari kelompok buruh proyek ini ke Mapolsek, agar warga tidak melakukan main hakim sendiri," jelas sumber.
Selain mengamankan pelaku, Polisi juga mengamankan sepeda motor dan benda diduga parang yang sempat dikeluarkan ORB. Karena ORB menderita luka akibat sempat di massa, ia telah diberi perawatan di RSD Mangusada.
Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Mengwi Kompol I Ketut Adnyana membenarkan pihaknya mengamankan tujuh orang buruh proyek.
Ia hanya menyebutkan bahwa permasalahan ini karena mengganggu ketertiban umum dengan dugaan membuat keonaran, dan bukan penyerangan.
"Kelompok buruh proyek ini berkumpul dan salah satu satu dari mereka dalam keadaan mabuk. Sehingga memicu keresahan warga dan membuat warga berkerumun," tutup Kompol Adnyana. ***
Editor : M.Ridwan